Anak Suka Menjerit? Kenali Tipe-Tipe dan Cara Mengatasinya

24 Februari 2015 Artikel Pendidikan


Terkadang si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan terus berteriak layaknya rokstar yang sedang konser di panggung. Di usianya yang seperti itu, anak memang sudah mulai bereksperimen terhadap dirinya dalam hal komunikasi. Hal tersebut pasti sedikit mengganggu para orang tua bukan?

Tenang saja. Fase tersebut terbilang wajar. Si kecil melakukan hal tersebut untuk menarik perhatian orang lain saat ingin menyampaikan perasaan dan pikirannya. Iamenggunakan teriakan itu sebagai sarana bereksperimen, sejauh mana suaranya dapat didengar orang lain. Dan tentunya kegiatan berteriak merupakan hal yang menyenangkan dan menghibur baginya.

Lalu, tipe penjerit seperti apa yang dilakukan anak Anda? Dan bagaimana cara mengatasinya? Ulasan kali ini akan membahas beberapa tipe penjerit dan bagaimana Anda sebagai orang tua menyikapi hal tersebut.

The Happy Shieker

Merupakan tipe anak yang berteriak jika ia sedang bermain dan bercanda dengan teman-temannya sambil berlari ke sana ke mari, berarti ia termasuk ke dalam golongan ‘The Happy Shrieker’. Meskipun pertanda senang, jika sudah mengganggu, coba, hentikan teriakannya dengan memegang tangannya dan tarik secara perlahan. Lalu, minta ia untuk memelankan suaranya.

The Attention Seeker

Merupakan tipe anak yang jika Anda sedang menerima telepon dariteman atau sedang melakukan suatu pekerjaan dan anak berteriak, berarti ia termasuk dalam golongan ’The Attention Seeker’. Atasi dengan menariknya pelan, lalu ajak ia duduk di samping Anda. Beri ia senyum atau kedipan mata agar ia merasa Anda memerhatikannya.

The Angry Screamer

Merupakan tipe yangselalu berteriak ketika merasa marah atau keinginannya tidak tercapai. Atasi dengan membawanya ke tempat sepi dan minta ia berhenti berteriak. Setelah itu, tanyanya apa yang membuatnya marah atau jelaskan padanya alasan Anda tidak mengabulkan keinginannya.

Kenali anak sedalam mungkin dengan mengetahui berbagai tipe diatas sehingga Anda mengenal betul dan memahami bagaimana harus menyikapi anak. Tidak luput juga ajak diskusi si kecil dan beri kesempatan ia untuk bicara agar si anak merasa didengarkan dan diperhatikan.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)