Anak Suka Melawan Orang Tua? Atasi dengan Cara Ini!

15 Oktober 2015 Artikel Pendidikan


Tingkah anak yang membantah atau melawan tentu kerap membuat orangtua naik darah. Misalnya, menolak tidur, tidak mau makan, menunda-nunda saat diminta mandi, merengek karena permintaannya membeli sesuatu di mall tidak dikabulkan, atau tidak mau dilarang ketika memanjat-manjat pohon. Menurut penelitian psikolog, sikap melawan orangtua biasanya dilakukan anak karena sedang dalam kondisi temper tantrum.

Temper tantrum adalah letupan kemarahan anak yang sering terjadi saat anak menunjukkan sikap penolakan. Perilaku ini diikuti dengan tingkat menangis, berguling-guling di lantai, menjerit, melempar barang, memukul, menendang, dan lain-lain. Jika Anda menghadapi masalah yang serupa, maka lakukan hal-hal berikut sebelum memarahi anak.

Melihat Kembali Diri Pribadi
Lihatlah diri kita sendiri, apakah sudah bisa menjadi contoh yang baik atau justru sama keras kepalanya dengan anak. Jika masih merasa diri ini paling benar, itu artinya kita masih menjadi orang tua yang keras kepala. Jadi, ubahlah perilaku kita sebelum mengubah perilaku anak.

Lebih Fleksibel
Saat menghadapi suatu kebutuhan anak, bersikaplah fleksibel sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan materinya saja tapi juga kebutuhan emosional yang berupa perhatian serta kasih sayang. Bagi anak, kebutuhan inilah yang paling penting.

Menyalurkan Hobi
Setiap anak pasti memiliki hobi yang berbeda-beda. Untuk itu, berikan kesempatan kepada anak untuk menyalurkan hobinya dan memperlihatkan pada semua orang bahwa dirinya memang layak untuk dihargai sebagai pribadi yang independen.

Bersikaplah Bijak
Memiliki anak yang pintar tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Namun, jangan terlalu banyak memujinya atau meninggikannya sehingga ia akan berpikir bahwa dirinyalah yang paling hebat. Perlakukan anak dengan bijak. Berikan pengarahan kepada anak mengenai betapa bagus bakat yang dimilikinya, namun lebih baik lagi jika dia juga memiliki sifat rendah hati pada orang di sekitarnya.

Hindari Mempermalukan Anak
Meskipun masih kecil, namun ada saatnya anak merasa dipermalukan oleh orang tuanya. Misalnya saja, memarahinya di hadapan umum atau membuat dirinya menjadi bahan tertawaan di hadapan orang lain. Hal ini perlu dihindari agar anak tidak merasa dirinya diremehkan.

Jangan Paksa Anak
Memaksa anak merupakan hal yang paling tidak disarankan. Jika ingin membuat anak menurut, berikan pengertian yang logis menurutnya sehingga ia bisa berpendapat bahwa perintah orang tuanya adalah hal yang baik.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)