Anak Suka Bolos Sekolah? Atasi dengan Ini

12 September 2019 Artikel Pendidikan


Bagi sebagian anak, sekolah memang menyebalkan. Kewajiban untuk bangun pagi, duduk tenang di kelas selama beberapa jam, ditambah tugas-tugas dan pekerjaan rumah, kerap membuat anak-anak merasa tertekan. Oleh karena itu, banyak anak yang memutuskan untuk membolos sekolah. Ada sebagian yang berpura-pura sakit, ada pula yang malah bermain bersama teman-temannya. . Mirisnya, bukan hanya pria yang berani melakukan hal ini, namun juga hal yang sama juga dilakukan oleh wanita. Ada yang melakukannya secara pribadi dan adapula yang berkelompok. Apakah anak Anda adalah salah satunya? Jangan panik, karena ada banyak cara praktis agar anak menyenangi sekolah.

1. Tegaslah Terhadap Anak

Sebagai orangtua, Anda adalah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak Anda. Orangtua adalah tempat anak berpaling untuk persetujuan dalam tindakan mereka. Apabila Anda tidak membuat anak Anda menyadari akan pentingnya kehadiran bersekolah maka mereka akan cenderung tidak menghargainya.

2. Kenali Masalah Anak

Jika Anda menyadari terjadi masalah dalam bejalar anak. Maka pertimbangkan untuk memberikan pelajaran tambahan yang menyenangkan agar dapat mengasah kemampuan anak dalam belajarnya sehingga kesukaran dalam pelajaran yang tidak ia sukai dapat teratasi.

3. Jalin Komunikasi

Kegagalan berkomunikasi atau komunikasi yang tidak terjalin dengan baik bisa menjadi salah satu alasan anak melakukan hal-hal yang tidak tercela, bahkan menyimpang dari moralnya. untuk itu, mulai ciptakan rasa saling mempercayai satu sama lain dan jalin komunikasi lebih baik dengan sang anak. Jika Anda memperhatikan anak terus menerus membolos, jalur komunikasi ini memungkinkan anda untuk berinteraksi dengan mereka, dan bertanya mengenai alasan mereka tidak menghadiri kelas, setelah itu barulah cari jalan keluar dengan menciptakan rencana untuk berubah.

Itulah cara untuk mengatasi anak yang suka membolos. Perilaku bolos yang dilakukan secara terus menerus tentunya akan merugikan anak dan membuat mereka tertinggal banyak materi pembelajaran disekolahnya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)