Anak Bikin Kesal? Coba Cara Ini!

22 November 2014 Artikel Pendidikan


Anak pemarah merupakan masalah bagi orang tua, bayangkan saja anak selalu marah-marah jika permintaannya tidak dituruti, bagaimana pusingnya orang tua dalam menghadapi anak yang seperti itu? Jika anak sedang emosi atau marah biasanya dilampiaskan dengan cara membanting pintu, melempar sesuatu, menendang meja, mengacaukan segala hal dan berteriak-teriak penuh kemarahan.

Rasa marah bisa timbul akibat banyak sebab, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Terkadang orangtua ikut kesal jika anak selalu bertindak marah-marah. Ketika si anak berulah menjengkelkan, timbul kemarahan dalam diri Anda. Ingin rasanya berteriak memarahi anak karena sulit dinasihati. Padahal, Anda tidak perlu bersikap demikian. Masalahnya, dengan menaikkan suara, berarti Anda akan menciptakan suatu pertempuran yang cuma-cuma, yang bukan cuma bikin hati kesal dan frustrasi, tapi juga membuat suasana jadi tidak enak yang diakhiri dengan perasaan bersalah. Agar semua ini tidak lagi harus Anda alami, coba cara berikut ini.

1. Cukup perlahan

Kedengarannya aneh? Yang jelas, hampir bisa dipastikan Anda tidak berteriak dengan suara keras saat marah jika sudah terbiasa berbicara dengan perlahan dan halus.

2. Pakai strategi

Temukan cara untuk menyelesaikan suatu tugas yang membuat Anda stres. Misalnya, Anda dan anak terpisah di supermarket saat sedang berbelanja. Nah, untuk tidak mengulang kembali kejadian ini, cobalah mencari jalan lain. Misalnya, belanja saat si kecil sedang tidur siang atau pagi hari saat supermarket buka dan belum ramai sehingga Anda bisa belanja dengan cepat dan efisien.

3. Biarkan

Jangan kelewat cepat bereaksi. Jika anak mengambil semangkuk sereal lalu membuangnya, tidak perlu berteriak memarahinya. Minta dia membersihkan kotoran dan katakan untuk tidak mengulangi perbuatannya yang tidak baik itu. Yang paling penting dari semua ini adalah menyelamatkan kesehatan jiwa kita. Jadi, hadapi dengan tenang sehingga teriakan akan berkurang.

4. Olahraga

Daripada berteriak-teriak atau marah mengeluarkan energi, sebagai gantinya lebih baik berolahraga. Entah itu joging, lompat-lompat, atau apa saja di mana Anda dapat merasa seperti tengah mengeluarkan emosi berteriak. Tentunya tidak dilakukan di depan umum, cukup di rumah saja. Siapa tahu dapat keuntungan ganda: emosi bisa diredam, berat badan juga ikut turun!

5. Minta bantuan

Merawat anak kecil kadang menimbulkan rasa jenuh. Berteriak atau marah merupakan satu tanda dari keletihan dan stres. Dengan kata lain, Anda membutuhkan istirahat! Apakah suami tercinta atau kerabat bersedia menjaga si kecil barang setengah hari saja sehingga Anda dapat meninggalkan rumah untuk berganti suasana, menyegarkan diri? Jangan ragu minta bantuan!

6. Tenang

Jika pada suatu ketika Anda dihadapkan pada keadaan yang sangat kacau sehingga Anda stres, angkat si kecil, pindahkan ke tempat yang aman kemudian jauhkan diri darinya selama beberapa menit. Diam, relakskan semua pikiran dan otot, hitung 1 sampai 10. Anda pun tenang kembali sebelum menemui si kecil lagi.

Semoga bermanfaat .

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)