Anak Berkata Kasar? Coba Hal Ini

26 November 2014 Artikel Pendidikan


Kebiasaan anak berbicara kasar umumnya dimulai saat mereka masih balita. Menurut Maesera Idul Adha, Psi, seorang psikolog mengatakan; anak usia prasekolah lekat dengan perilaku suka meniru. Mereka dengan cepat akan meniru kata-kata dan tindakan yang dialaminya langsung pada saat mereka berinteraksi di sebuah lingkungan. Nah, jika pada usia balita kebiasaan berbicara kasar tidak diatasi, maka kata-kata kotor tersebut akan terus melekat di diri anak hingga mereka berusia sekolah. Sebagai orang tua, Anda harus selalu waspada dan memberikan contoh yang baik bagi anak Anda. Namun menginjak usia sekolah anak-anak menjadi lebih sulit untuk dikontrol. Pengaruh anak bukan lagi hanya dari keluarga, namun dari lingkungan sekolah, baik guru dan teman-temannya.

Perubahan yang paling menonjol adalah Anda akan lebih banyak menemukan kosa kata yang sebelumnya tidak dipakai anak Anda. Kosa kata ini bisa saja baik, namun tidak jarang anak-anak mengucapkan kata-kata kasar. Jika sudah seperti ini, jangan buru-buru marah. Biasanya seorang perempuan yang telah menjadi ibu sangat sensitif apabila menyangkut tumbuh kembang anaknya. Lebih baik kenali dulu penyebab anak Anda berbicara kasar, kemudian cari solusinya.

Selalu Amati anak

Kata kasar sebenarnya bisa merupakan gerutuan. Misalnya anak mengatakan "Kenapa sih mama selalu mau tahu urusanku?", itu mengindikasikan bahwa anak Anda sedang melakukan protes. Meskipun terdengar sedikit kasar, namun masih dalam tahap ringan. Terkadang anak menggunakan kata kasar hanya untuk mengetahui reaksi Anda. Jika Anda marah, anak justru menikmatinya dan mengulangnya lagi dan lagi. Sebaiknya ketika anak Anda mulai berbicara kasar, biarkan saja. Namun bukan berarti Anda harus benar-benar mengabaikan anak Anda. Coba saja amati. Nantinya Anda akan melihat bahwa reaksi negatif dari Anda akan membuat anak Anda capai sendiri dan tidak berkata kasar.

Bimbing dan Arahkan

Meski sudah dinasihati anak tetap berkata kotor. Adalah tugas orang tua untuk terus mengingatkan tanpa bosan. Satu hal yang perlu terus dipegang, anak harus memahami perilaku negatif meski lambat.

Perhatikan Lingkungan

Apakah mereka sering menonton televisi atau bermain dengan anak-anak yang lebih besar? Sebagian besar perilaku anak diserap dari lingkungan sekitar mereka. Apabila mereka terbiasa mendengarkan kata kasar, maka secara otomatis akan meniru berbicara dengan kasar. Pengawasan orang tua sangat diperlukan dalam usia anak sekolah, terlebih untuk menujukkan mana yang baik dan buruk. Banyaknya pengaruh di luar keluarga bisa saja membuat anak menjadi kebingungan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh dikatakan.

Berikan pengertian kepada anak

Cobalah untuk memberi pengertian bahwa kata-kata yang mereka ucapkan itu tidak bisa diterima baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Jelaskan bahwa kata kasar yang mereka lontarkan dapat membuat orang lain sakit hati dan tidak ingin berteman dengan mereka. Jangan lupa untuk mengggunakan kalimat-kalimat yang benar dan sopan ketika menegur anak Anda. Hal ini juga termasuk memberi contoh yang baik, bahwa dalam keadaan marah pun kata kasar tidak bisa dibenarkan.

Jika anak Anda masih suka membantah, gunakan penjelasan-penjelasan yang semakin luas tanpa nada menghakimi. Hal ini bisa membuat anak mengerti dan berhenti menggunakan kata kasar.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)