Anak Berbohong Karena Haus Pujian

9 Januari 2017 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Seorang wali murid datang kepada saya dengan wajah ceria. Ia bertanya kepada saya, "Apa benar kemarin Miko menjadi pelari tercepat saat pelajaran olah raga?" Mendengar pertanyaa sang ibu, saya sedikit terkejut. Saya kembali bertanya kepada sang ibu, "Ibu dapat berita itu dari mana?" Sang Ibu pun menjawab, "Dari Miko sendiri!" Setelah itu saya menjelaskan kepada Mama Miko tentang kejadian yang sebenarnya. Sebenarnya Miko tidak menjadi pelari tercepat pada saat kompetisi antar siswa dalam pelajaran olahraga.

Kejadian seperti di atas bisa kita temui di dalam keluarga Anda. Biasanya anak-anak seperti Miko, hanya haus akan pujian. Biasanya penyebab anak yang haus akan pujian berbanding lurus dengan anak yang kurang perhatian. Anak yang haus akan pujian akan menghalalkan segala cara agar mendapat perhatian atau disanjung oleh orang tuanya. Salah satu caranya adalah dengan berdusta.

Bila kejadian ini hanya terjadi satu atau dua kali, kita tidak perlu menegur anak secara langsung. Menegur anak secara langsung bisa membawa efek trauma pada diri anak, terlebih lagi bila orang tua kurang bisa menasihati dengan kata-kata yang pas dan positif. Dampak terburuknya anak bisa menjadi pribadi yang tertutup pada orang tuanya. Menegur anak tidak harus secara langsung atau sesaat setelah anak berbuat kesalahan. Namun kita bisa menasihati anak di saat yang tepat, terutama saat-saat santai dimana anak dalam suasana hati bahagia. Atau kita bisa menasihatinya dengan media dongeng. Kita bisa memilih dan menceritakan dongeng kepada anak tentang arti sebuah kejujuran.

Jalan lainnya adalah dengan mendampingi anak secara lebih intens. Dengan mendampingi anak secara lebih intens, Anda akan lebih mudah menemukan sisi baik anak. Pada saat anak berbuat sesuatu yang baik itulah, kita bisa memuji anak. Dengan memuji anak saat berbuat suatu kebaikan, maka anak akan semakin terpacu untuk melakukan kebaikan juga nantinya. Bila perlu, berikan penghargaan kepada anak berupa benda atau barang yang ia suka. Tidak perlu sesuatu yang mahal. Penghargaan bisa dalam bentuk pensil, penghapus, dan lainnya.

Demkian tips dari saya, Kakk Zepe. Saya yakin, bila anak sudah mulai menemukan sisi baiknya, anak seperti ini biasanya akan lebih mudah meninggalkan sifat berbohongnya. Malahan, ia akan menyadari bahwa berbohong itu adalah suatu kebiasaan yang kurang terpuji, sehingga tidak keinginan baginya untuk mengulangnya kembali.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)