Anak Anda Suka Membully Temannya? Ini Hal yang Harus Anda Lakukan

26 September 2018 Artikel Pendidikan


Tidak hanya saat ini saja, sebenarnya perilaku mengejek atau kekerasan (bully) sudah ada sejak dahulu. Perilaku ini sebenarnya bisa muncul sejak kecil. Bisa juga karena anak tidak mengerti betul terhadap sikap bully itu sendiri. Lalu, bagaimana jika Anda mendapati ternyata anak Anda yang justru menjadi pelaku pembullyan itu sendiri? Apa yang harus Anda lakukan?

Lev Novak, kontributor rubrik parenting di Washington Post yang juga seorang guru ekstrakurikuler dan penulis novel Black Sabbath (Soho Press 2017) mengatakan bahwa rupanya ada cara untuk menangani perilaku ini. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua serta perlakuan yang tepat.

Novak mengatakan bahwa Anda sebaiknya menghindari kata-kata klise seperti "Jangan mem-bully!", "Itu berdosa!" dan sejenisnya. Lebih baik, gunakan kata-kata yang sesuai kejadian dan situasi, serta spesifik dengan perbuatan. Lalu, mengarahkan anak untuk berempati.

Bisa jadi anak melakukan tindak bullying karena ia memahami bahwa perilaku itu keren. Tunjukkan kepada anak apa itu bullying dan tekankan bahwa menjadi pemimpin sebuah kelompok karena dipercaya, lebih baik daripada mem-bully agar terlihat keren dan mendominasi.

Jika si anak sedang bertengkar dengan anak lain, ajak ia untuk mengenali apa yang dirasakannya. Saat anak mengatakan, "Dia menyebalkan!", bujuklah untuk mengungkapkan hal apa saja yang membuatnya kesal. Lalu, ajak anak berpikir logis untuk mencari jalan keluarnya. Kebiasaan berpikir logis terbukti dapat menurunkan perilaku kekerasan.

Anak yang suka mem-bully bisa jadi karena ia tidak merasa aman dan cukup perhatian serta kasih sayang. Maka dari itu ia melampiaskannya kepada yang lain. Namun yang paling penting lagi ialah, ajarkan anak untuk berani meminta maaf dan menerima konsekuensi perbuatannya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)