Anak Alami Mimpi Buruk? Ini yang Perlu Dilakukan

22 Agustus 2014 Artikel Pendidikan


Mimpi sebenarnya memiliki peran yang penting dalam kesehatan mental. Otak kita menggunakan mimpi untuk memahami apa yang kita alami setiap harinya. Secara umum kita tidak perlu mencemaskan isi mimpi kita. Mimpi terjadi saat kita memasuki fase tidur REM (rapid eye movement). Selama fase ini setiap emosi yang kita rasakan sepanjang hari akan dikumpulkan dan diubah menjadi memori jangka panjang.

Jika fase REM terganggu, baik itu karena gangguan pernapasan, perubahan hormonal, atau luapan emosi, biasanya akan menghasilkan mimpi buruk. Mimpi buruk, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan rasa takut yang dialami anak kecil, yang tiba-tiba berteriak, terbangun dari tidur dan menangis dari tidurnya. Merupakan hal yang wajar jika anak usia 5-6 tahun mengalami mimpi buruk, setidaknya sekali dalam 2 atau 3 bulan.

Ada banyak faktor pemicu mimpi buruk. Salah satunya adalah tayangan film seram dan sinetron ditelevisi yang sangat mempengaruhi emosi anak. Tetapi perlu juga diperhatikan, mimpi buruk bisa juga dipicu oleh penyakit yang diderita atau sesuatu yang mengkhawatirkan anak. Lalu apa yang harus Anda lakukan jika si kecil berteriak-teriak atau menggigau ketakutan dalam tidurnya?

Berikut beberapa cara yang dilakukan saat anak alami mimpi buruk:

1. Jangan langsung membangunkan dengan mengguncangkan tubuhnya

Kemungkinan saat itu anak masih bermimpi. Tindakan ini justru bisa membuat anak kesal, terutama jika ia menganggap perlakuan Anda adalah bagian dari mimpinya. Sebisa mungkin, hindari cara yang melibatkan gerakan secara fisik. Berikan keyakinan. Dalam keadaan apapun anak Anda bangun atau masih tertidur bicaralah perlahan dengan suara meyakinkan.

2. Ingat kejadian yang pernah menimpanya
Jika anak Anda tersiksa oleh mimpi buruknya, coba ingat kembali kejadian-kejadian yang dialaminya 1-2 jam sebelum tidur. Bisa jadi Anda menemukan hal-hal yang berhubungan antara perilakunya sebelum tidur dengan mimpi buruknya itu, dan dengan begitu Anda bisa membantu menemukan jalan keluar yang tepat.

3. Tepuk dahi atau pipinya pelan-pelan
Ingat, dalam kondisi tertidur pun anak tetap sangat sensitif pada sentuhan fisik yang penuh kasih sayang. Katakan padanya dengan setengah berbisik, bahwa ia akan baik-baik saja dan Anda akan selalu di sisinya untuk menjaganya.

4. Tetap tenang
Bisa jadi Anda khawatir, bahkan takut, ketika melihat anak mendapat masalah dengan mimpinya. Tapi yakinlah bahwa mimpi buruk tidak akan menyebabkan sesuatu yang parah pada buah hati Anda. Efek paling buruk adalah anak akan sedikit terguncang, namun biasanya ia akan benar-benar melupakannya di pagi hari. Jadi, lakukan saja apa yang bisa anda perbuat untuk menenangkannya agar si kecil bisa tidur lagi.

5. Dengarkan apa yang dikatakannya
Selama beberapa saat, anak yang terbangun dari mimpi buruk seringkali kesulitan membedakan mimpi dengan kehidupan nyata, dan berbicara seolah-olah ia masih bermimpi. Cobalah menenangkannya dan buatlah ia merasa aman.

6. Ajak bicara
Tanyakan soal mimpi buruknya esok hari. Kemungkinan besar ia sudah tidak ingat lagi. Ini adalah mekanisme pertahanan alami dalam diri setiap orang. Tapi jika si kecil masih ingat mimpinya, ajaklah ia bicara tentang mimpinya dan mintalah untuk mengungkapkan perasaannya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)