Ajarkan Si Kecil Akan Pentingnya Meminta Maaf

18 Oktober 2019 Artikel Pendidikan


Maaf merupakan bentuk ekspresi mengakui kesalahan terhadap apa yang telah seseorang perbuat. Dalam hal ini, meminta maaf membantu seseorang belajar untuk berjiwa besar dan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah dilakukannya terutama anak-anak. Dengan meminta maaf , anak Anda mampu mengenali dirinya, menjalin hubungan baik antara anak Anda dan temannya dan memberikan pengajaran untuk empati dan bertanggung jawab pada tindakannya.

Dalam hal mengajarkan anak dalam meminta maaf, anak tidak boleh dipaksakan. Perlunya waktu , kesebaran dan usaha dalam mengajarkan anak untuk meminta maaf. Peran orangtua lah yang sangat menentukan dalam hal ini.

Berikut adalah tips yang bisa dilakukan orangtua untuk melatih anak meminta maaf:

Mulai sejak dini

Mengajari anak untuk belajar minta maaf sebaiknya dilakukan sejak dini untuk menjadikannya kebiasaan baik. Ketika anak Anda melakukan kesalahan seperti mengambil mainan teman sebayanya dan menyebabkan temannya menangis, anda dapat mengajari dengan menjelaskan terlebih dahulu lalu menyuruh anak anda untuk meminta maaf dengan cara menyalami tangan rekannya.

Tidak memaksa anak meminta maaf

Sebuah paksaan merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Hanya anak Anda yang tahu perasaannya. Jangan memaksakan perasaan anak Anda dan mengharapkan anak meminta maaf. Ini hanya menyebabkan permintaan maaf palsu dan mereka tak akan pernah belajar arti maaf sebenarnya dan memetik manfaat dari meminta maaf.

Tidak menceramahi anak

Hindari tindakan menceramahi perilaku anak, hal ini membuat anak tertekan dan tidak akan memahami makna tanggung jawab. Diskusikan dan duduk bersama dengan tenang serta meminta anak merasakan situasi yang sedang dialaminya. Ini akan membantu anak memahami belajar bertanggung jawab dengan tindakannya. Mengajar anak mengatakan maaf akan lebih mudah apabila Anda tahu apa yang dirasakan anak.

Tumbuhkan rasa empati pada anak

Cara terbaik mengajarkan anak meminta maaf yaitu dengan menumbuhkan rasa empatinya. Dengan memberikan analogi jika anak merasakan hal yang sama terhadap teman yang disakiti, anak akan tahu dan memahami bahwa perbuatannya tersebut merupakan hal yang tidak baik.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tags