Ajarkan Hal Ini untuk Mencegah Penculikan pada Anak

25 Juli 2015 Artikel Pendidikan


Kasus penculikan anak kembali terjadi. Ini saatnya Anda harus lebih waspada dan mengajarkan anak bisa melawan pada ajakan orang asing. Dari hasil pengaduan kasus anak hilang ke Komnas PA pada tahun 2014, hasilnya tingkat kejadian penculikan anak meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013, yakni 111 kasus. Dari data pengaduan tersebut, 6 kasus (3%) merupakan penculikan bayi; 45 kasus (23%) penculikan anak; 15 kasus (8%) anak hilang; 61 kasus (31%) penelantaran bayi dan 69 kasus (35%) penelantaran anak.

Sebagai catatan sebagai modus penculikan adalah diambil paksa 21 kasus (41 persen), dibujuk 9 kasus (18 persen) dan lain-lain 21 kasus (41 persen). Tingginya tingkat penculikan anak, salah satunya disebabkan karena anak mudah berinteraksi dengan orang asing dan tidak menaruh rasa curiga.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya penculikan anak:
1. Berikan pengertian kepada anak untuk bisa bersikap waspada terhadap orang lain khususnya kepada orang yang belum dikenal. Sikap waspada yang bisa Anda ajarkan dengan cara menolak ajakan pergi atau hadiah dari orang lain. Tegaskan kepada anak bahwa ia harus mendapatkan ijin terlebih dulu dari orangtua. Saat di rumah, Anda juga bisa ajarkan anak untuk tidak sembarangan mempersilahkan orang lain masuk ke dalam rumah, tidak boleh pergi keluar rumah sendiri tanpa ditemani orang dewasa yang dikenal.

2. Mulailah untuk membiasakan anak untuk tidak sembarangan memberikan informasi mengenai keluarga. Misal, jadwal berangkat dan pulang orangtua, nomer kontak dan alamat rumah kepada orang asing yang bertanya langsung atau melalui kontak telefon. Sebab, informasi ini bisa disalahgunakan oleh orang yang berniat jahat.

3. Hindari untuk memakaikan perhiasan berlebihan pada anak, tidak membawa gadget sendiri tanpa didampingi orangtua dan tidak membawa uang terlalu banyak. Terkadang faktor-faktor itulah yang menyebabkan anak diincar oleh penculik.

4. Bila ingin mengajak anak pergi ke tempat ramai, tegaskan kepada anak untuk tidak memisahkan diri dari orangtua atau pengasuh dan bekali anak dengan pengetahuan tentang lokasi petugas bagian informasi atau satpam, nama dan nomor telpon orangtua serta cara mudah menemukan kembali orangtua bila ia tersesat.

5. Perlu untuk mengajarkan anak bagaimana cara memukul dan menendang dengan sekuat tenaga. Jadi, Anda bisa mengajarkan anak bela diri untuk melawan orang asing yang menggangu dirinya.

6. Anda bisa menceritakan pada anak betapa bahayanya dunia luar. Ajarkan anak untuk menghindar dari tempat sepi dan gelap, ingatkan anak untuk segera pulang setelah sekolah usai, dan ajarkan anak untuk mengabaikan orang yang tidak dikenalnya.

7. Sesibuk apapun Anda sebagai orangtua, usahakan untuk tetap melakukan pengawasan dan komunikasi dengan anak. Misalnya dengan menelpon anak atau menyediakan waktu untuk mendengar cerita anak mengenai kejadian-kejadian yang dialaminya sepanjang hari itu. Hal ini diperlukan agar orangtua bisa mengantisipasi kemungkinan ada orang yang berniat jahat pada anak. Sebagai orangtua, tetaplah mendampingi anak apalagi ditengah keramaian. Jangan lengah sedikit pun.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)