Ajarkan Anak Akan Pentingnya Antre Sejak Dini

23 Agustus 2019 Artikel Pendidikan


Budaya yang sangat sulit bagi orang Indonesia lakukan adalah budaya antre. Masih banyak dari orang Indonesia yang belum membiasakan budaya ini. Jika tidak dibiasakan sedini mungkin, perilaku tersebut akan terbawa hingga dewasa.

Anda bisa lihat contoh negara maju seperti Australia. Seorang guru di Australia pernah berkata:

"Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak SD kami tidak pandai matematika, kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantre."

Jawaban dari pernyataan guru tersebut memang masuk akal. Tidak semua murid nantinya akan berprofesi berkaitan dengan ilmu matematika kecuali operasi hitung kali, bagi, tambah dan kurang. Misalnya saja sebagian dari mereka ada yang menjadi penari, pelukis, musisi dan atlet.

Dalam mengantre juga mengandung banyak pelajaran berharga pada anak yang tidak diajarkan dalam pelajaran lain. Pelajaran mengantri adalah masalah etika dan moral seseorang.

Apa saja yang pelajaran berharga dari mengantre?
  • Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  • Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
  • Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.


Lalu bagaimana kita sebaiknya mengajarkan anak untuk mengantre?

Jangan beri perlakuan istimewa, biarkan anak ikut merasakan situasi mengantre. Misalnya saat antre di kasir atau antre di loket. Kemudian ajarkan pula tata krama dalam mengantre, ajarkan untuk tidak menyerobot antrean meskipun ia masih kecil. Jika Anda kreatif, Anda bisa mengajarkannya lewat permainan. Permainan seperti ular naga panjang, yang mengusung konsep seperti mengantre mampu membuat anak tahu akan pentingnya mengantre.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)