Ajar dan Tanamkan Nilai Ketegasan pada Anak

21 Juli 2019 Artikel Pendidikan


Anak-anak diusia belia masih belum mengerti dan belum dapat membedakan hal yang baik dan buruk yang mereka lakukan. Pada umumnya anak-anak hanya mengerti bahwa orangtua adalah orang yang bisa mengabulkan segala keinginannya. Anak-anak hanya tahu meminta tanpa mengetahui dampak apa yang bisa ditimbulkan dari keinginannya tersebut, jika kita tidak dapat mengabulkan keinginannya, maka seringkali anak-anak akan merengek atau bahkan meronta agar keinginanya tersebut dapat di kabulkan.

Hanya saja, sebagai orangtua tentu menginginkan hal yang terbaik untuk anak tanpa adanya ancaman atau bahaya yang mengancam jiwa anak, untuk itu sebagai orangtua dituntut untuk tegas terhadap anak, agar keselamatan mereka senantiasa terjaga dengan baik.Ketegasan merupakan salah satu nilai penting yang dibutuhkan oleh seorang anak. Ketegasan akan diperlukan anak dalam bergaul serta dalam hal memutuskan antara hal yang benar dan hal yang salah. Ketegasan akan membuat seorang anak menjadi lebih percaya diri dan lebih menghargai dirinya sendiri.

Anak yang tegas umumnya memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang kurang memiliki ketegasan dalam dirinya. Selain itu, manfaat baik dari menanamkan ketegasan dalam diri anak sejak dini akan membuat seorang anak menjadi pribadi yang pintar dalam menyelesaikan masalah dalam hidupnya, mencari solusi terbaik dan pandai memilih prioritas mana yang harus didahulukan.

Menanamkan nilai ketegasan dapat ditanamkan pada setiap anak, tidak peduli anak dengan karakter apapun, baik ia pemalu, pendiam, pemberani atau karakter lainnya, ketegasan bisa ditanamkan dalam diri anak. Hanya, saja umumnya anak yang pemberani akan membutuhkan waktu yang lebih cepat dalam mempelajari nilai ketegasan.

Nah, berikut hal yang bisa dilakukan orangtua dalam mengajarkan dan menanamkan ketegasan terhadap anak:
1. Ajarkan pada anak mengenai hal yang buruk dan hal yang baik, dan latih anak untuk berani menolak terhadap hal-hal yang buruk atau hal yang tidak baik untuknya.

2. Berikan ruang pada anak untuk mengekspersikan hal yang disukainya dan mengungkapkan pendapatnya. Hal ini akan mengajarkan pada anak bahwa pendapatnya adalah sesuatu yang penting untuk dikemukaan.

3. Berikan ruang dan kesempatan pada anak untuk berekspresi dan bereaksi mengenai hal yang disukainya dan hal yang tidak diinginkannya. Meskipun demikian, ajarkan pula pada anak tentang menghargai perasaan oranglain dan pendapat oranglain.

4. Berikan kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan.Mengajarkan anak untuk mengambil keputusan akan membuat anak tidak memiliki rasa ketergantungan terhadap orang lain. Hal ini tentunya akan membuat anak memiliki ketegasan.

5. Jadilah contoh yang baik untuk anak. Mengajarkan teori ketegasan saja tidak akan cukup membuat anak Anda belajar cepat dan memiliki nilai ketegasan dalam dirinya. Untuk itu, jadilah contoh yang baik untuk anak.

Dalam menerapkan ketegasan pada anak, Anda sebagai orangtua dituntut untuk lebih sabar dan konsisten. Hal ini karena anak membutuhkan proses untuk belajar dan beradaptasi. Jangan pernah memaksakan anak karena hal tersebut bisa berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)