Agar Anak Didik Bisa Fokus Mendengarkan Penjelasan Guru (Tips Mengelola Kelas PAUD)

18 Juli 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Keceriaan saat siswa ada di dalam kelas adalah hal yang mutlak harus ada di kelas anak-anak usia dini. Namun terkadang anak-anak masih perlu belajar dalam mengendalikan emosi mereka. Anak-anak terkadang lupa kapan mereka harus mendengarkan dan kapan mereka boleh bermain sambil belajar atau belajar dengan suasana ceria. Terkadang suasana ceria anak-anak berubah menjadi kegaduhan. Anak-anak menjadi tidak fokus dalam menerima materi pelajaran yang kita ajarkan. Bagaimana cara mengatasi atau mencegah hal ini?

1. Variasi ruangan dan kegiatan

Ada kalanya anak-anak menjadi ribut di kelas karena merasa bosan di kelas atau karena metode mengajar yang monoton. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa memvariasi kegiatan yang kita lakukan di kelas atau metode mengajar kita. Selain itu, kita juga memvariasi tempat belajar, misalnya di luar kelas atau di halaman.

2. Tidak berteriak saat mengingatkan

Anak-anak adalah si peniru yang ulung. Bila kita terbiasa mengingatkan anak yang gaduh di kelas dengan cara berteriak di kelas, maka anak-anak pun akan mengikuti cara kita. Sehingga terkadang anak-anak akan saling mengingatkan satu sama lain dengan cara berteriak. Suasana kelas tidak menjadi tenang, tapi malah semakin gaduh karena anak-anak saling meneriaki satu sama lain. Sangat disarankan untuk menggunakan suara yang kuat atau tegas namun tidak berteriak (dengan nada tinggi). Kita bisa menggunakan nada rendah namun dengan power yang kuat saat mengingatkan mereka.

3. Memberikan perhatian kepada setiap siswa

Anak-anak yang hobi bicara di kelas biasanya hanya bertujuan untuk mencari perhatian. Agar anak-anak tidak mencari perhatian dengan cara yang salah, kita harus memberikan perhatian kepada mereka terlebih dahulu. Saat mereka sedang sibuk mengerjakan tugas mereka, kita bisa mendatangi mereka satu per satu, mengajari mereka, dan memberikan saat mereka kesulitan.

4. Memuji siswa yang tenang

Saat anak-anak mulai sibuk mengobrol, kita bisa memuji salah satu siswa yang tetap duduk tenang, dengan mengatakan,"Wah... Ardi hebat. Tida mudah terpengaruh temannya untuk berbicara di kelas dan bisa duduk tenang".

5. Mempersiapkan edu-sign

Agar kita tidak lelah menasihati siswa agar tenang di dalam kelas dengan suara keras, kita bisa membuat sebuah edu-sign. Edu-sign adalah sebuah aturan yang kita tulis di atas kertas tebal dengan sebuah gagang. Pada kertas tebal, kita bisa berikan tuliskan "Harap Tenang". Saat ada anak-anak didik yang bicara di dalam kelas, kita bisa menunjukkan edu-sign tersebut kepada siswa yang ribut atau cukup menunjukkan kepada siswa di depan kelas.

6. Cara membuat aturan bagi anak

Dalam membuat aturan, kita peru menghindari hal-hal yang bersifat mengancam. Misalnya dengan menggunakan peringatan,"Kalau kalian ribut, nanti nilainya akan dikurangi". Namun kita perlu mengingatkan mereka dengan kalimat sebab akibat. Misalnya,"Kalau kalian ribut di kelas, nanti kalian yang rugi lho... . Salah satunya, pelajaran menjadi tidak selesai. Karena waktu mengajar bapak habis untuk mengingatkan kalian. Nanti bisa ketinggalan pelajaran." Kita bisa menyampaikan hal ini di awal pelajaran, agar anak-anak tau apa yang harus mereka lakukan.

7. Kekompakan dengan partner guru

Pendidik anak usia dini biasanya berjumlah minimal 2 guru. Agar kita bisa bertindak efektif dalam menenangkan anak didik kita, kita perlu kompak satu sama lain dengan partner guru kita. Jangan sampai ada satu guru yang meminta anak-anak didik duduk dengan tenang, partnernya malah sibuk melakukan hal yang lain.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)