Agar Anak Bersikap Terbuka pada Orang Tua

9 November 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Kedekatan anak dan orang tua sangat penting untuk dijalin. Kedekatan orang tua dan anak akan mempengaruhi keterbukaan anak dalam menceritakan segala pengalaman anak, dan bahkan permasalahan yang sedang dihadapi anak. Kebiasaan bercerita dan berbagi antara anak dan orang tua perlu dilakukan sejak dini. Semakin bertambah usia anak, maka permasalahan yang dialami anak semakin besar dan kompleks. Tanpa adanya kedekatan antara orang tua dan anak, anak akan cenderung lebih tertutup. Bagaimana agar anak bisa bersikap terbuka pada orang tua? Berikut ini tips dari Kak Zepe:

1. Menjadi pendengar yang baik

Saat anak mulai berbicara dengan orang tua, orang tua harus memperhatikan dengan seksama. Jangan sampai anak terkesan dicuekin atau didengarkan tapi tidak dengan niat hati yang tulus.

2. Dengarkan segala jenis cerita

Terkadang anak-anak menceritakan sesuatu yang menyenangkan. Tentu sebagai orang tua juga akan bahagia melihat anaknya merasakan kebahagiaan. Namun terkadang orang tua enggan mendengarkan saat anak mengeluh atau menceritakan hal tidak baik. Sebagai orang tua anda wajib mendengarkan apa pun cerita anak.

3. Ekspresif

Agar orang tua terlihat serius dalam mendengarkan keluhan atau cerita anak, cobalah untuk berekspresi, baik dengan kata-kata maupun dengan mimik wajah dengan mengataka "Wow... " , "Wah...", "Masa sih...", "Benar sekali... "

4. Berpikir positif

Terkadang anak bercerita sesuatu yang tidak nyata, bahkan terkesan mengada-ada atau Cuma hasil dari imajinasi mereka. Sebagai orang tua, anda perlu berpikir positif. Sebelum anda yakin bahwa apa yang anak ceritakan adalah sesuatu yang nyata atau tidak nyata, anda perlu menganalisa dengan berbagai pertanyaan. Jangan langsung menge-judge bahwa apa yang anak ceritakan adalah khayalan saja.

5. Tidak memaksakan pendapat

Jangan memaksakan suatu pendapat kepada anak. Biasanya kata-kata atau nasihat yang bersifat memaksa menggunakan kata "Pokoknya..." dan "Harus...". Sikap memaksakan kehendak atau pendapat ini bisa membuat anak merasa bahwa orang tuanya sangat otoriter dan enggan mendengarkan buah hatinya.

6. Memberikan pilihan

Saat anda menasihati anak, sebaiknya anda tidak memaksa anak untuk mengikuti satu pilihan. Biarkan anak memilih apa yang menjadi pilihan mereka. Dengan melakukan hal ini, akan merasakan pentingnya bertanggungjawab dengan pilihan yang di tentukan.

7. Kata-kata yang motivatif

Saat anak-anak mulai lancar bicara, berikanlah asrupan kata-kata yang positif dan motivatif, terutama saat mereka terlihat sedih, lesu, dan kurang bersemangat. Kata-kata positif akan mempererat hubungan orang tua dan anak,

8. Saat emosi meninggi, biarkan mereda terlebih dulu

Saat anak sedang marah, ada baiknya bagi anda untuk membiarkan terlebih dahulu. Bagaimana pun anak-anak yang sedang marah, kemampuan mendengarkannya akan sangat rendah dan bahkan enggan untuk mendengarkan sama sekali.

9. Lakukan rekonsiliasi setelah menasihati

Ada kalanya anak melakukan berbagai kesalahan. Saat anak melakukan kesalahan tentu saja anda tidak bisa diam. Anda pasti akan menasihati anak. Bila hal ini terjadi, segeralah melakukan rekonsisilasi , sehingga ubungan anda dengan anak pun akan baik kembali. Rekonsiliasi bisa diberikan dengan cara memberikan hadiah, mengenalakn dia dengan teman baru, dan lainnya.

Ada banyak cara agar hiubungan emosional anak dengan orang tua bisa tetap baik terjalin. Tapi tentu saja semua perlu dipupuk dengan tetap berkonikasi dengan media-media informasi canggih saat ini.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)