7 Cara Mengasuh Anak Usia Dini

23 Januari 2014 Artikel Pendidikan


Seorang ibu yang mengasuh dan membesarkan anak, merupakan pekerjaan yang paling menantang. Selain membuat melatih kesabaran, juga perlu kreativitas dan berhubungan erat dengan ikatan emosional antara Anda dengan anak.

Namun tidak perlu khawatir. Tips ini akan membantu Anda untuk bisa menjadi supermom dan semakin baik dalam mengasuh anak dari tahun ke tahun.

Nah, resolusi tahun ini, coba masukkan rekomendasi mengasuh anak berikut ini.

1. Membina Kepercayaan

Pertama, saling jujur dengan anak Anda. Ada suatu kondisi pertumbuhan di mana anak mulai menutupi sesuatu dari Anda meski usianya 3-4 tahun. Jujurlah bahwa bisa saja ini dia dapatkan dengan belajar dari Anda atau orang-orang di sekitarnya.

Meski begitu, saat Anda dan dia sepakat untuk saling berterus terang, pastikan Anda juga belajar mempercayainya. Hal ini akan menanamkan pikiran yang fair antara dia dengan lingkungan sosialnya.

2. Kebanggaan Terhadap Anak

Tidak perlu Anda memamerkan anak Anda karena dia menjadi sosok yang memenangkan olimpiade tertentu atau sudah bisa membaca di usia sangat dini. Anda boleh kaget dengan semua itu, namun jangan sampai Anda terbiasa bangga padanya hanya pada saat itu.

Ibu-ibu seringkali berbincang dan membanggakan anaknya. Tapi, akan lebih baik bila Anda bangga pada anak-anak Anda karena Anda memang BANGGA. Bukan sekedar penghargaan medali dan piala, namun hal-hal kecil mungkin seperti dia sudah bisa mengatakan terima kasih, atau memilih untuk tak makan jajanan manis di pasaran.

3. Jangan Membandingkan Anak

Selain lebih bangga pada anak Anda, pastikan juga bahwa Anda tidak akan membandingkannya dengan anak lain. Apalagi membandingkan mereka di depan mereka sendiri. Percaya tau tidak, anak akan menyimpan penilaian itu selamanya.

Dengan tidak membandingkan mereka, Anda bisa melihat potensi anak di luar kemauan atau bahkan di luar sudut pandang Anda tentang anak yang berprestasi menurut lingkungan sosial yang Anda dengar. Bisa saja dia memang lebih berbakat di seni suara daripada atletik.

4. Berpikir Sebelum Berbicara

Jangan sembarangan katakan dia 'nakal' atau 'gemuk'. Jangan mudah memberikan judgement, karena di usia ini, Anda ingin membentuknya menjadi pribadi yang lebih kritis namun tetap demokratis.

Anak yang disebut 'gemuk', merasakan hal tersebut sebagai alarm dan berimbas pada masa pertumbuhan dan puber mereka. Beberapa di antaranya bisa mengalami masalah sulit makan dan sebagainya. So, think before you speak!

5. Pendekatan pada Anak

Tidak semua ibu perannya menjadi sahabat dengan alamiah. Jangan paksakan keadaan bila memang demikian. Namun pastikan Anda akan selalu ada ketika dia membutuhkannya. Secara alami, hubungan yang hangat itu akan terbentuk.

Anda dan anak akan lebih kompak dengan cara Anda sendiri, pastikan Anda berkomunikasi dengannya. Anak lebih bisa mendeteksi hal yang membuatnya nyaman secara alamiah. Kasih sayang yang berlebihan juga bisa membuatnya menjadi anak yang penakut.

6. Luangkan Waktu Bermain Dengan Anak

Ayolah, jangan terlalu serius. Sesekali, ajak mereka tertawa dengan permainan sederhana. Anak-anak sudah cukup senang dengan 'Cilukba' sederhana atau main kemah-kemahan dengan menggunakan selimut.

Waktu untuk bermain ini penting untuk masa perkenalan dan komunikasi. Dengan begitu anak-anak biasanya tahu siapa yang bisa diajak bermain. Sedih juga kan kalau dia lebih pilih main dengan pengasuhnya daripada dengan kita karena jarang main dengan kita.

7. Biarkan Anak Berekpresi

Jangan langsung menyalahkan anak ketika dia menjatuhkan barang, jangan pula terlalu banyak melarangnya melakukan ini dan itu. Ini bisa membuat anak menciptakan batasan bagi dirinya sendiri.

Biarkan anak-anak Anda berekspresi, mencoba bermain di luar, dan sebagainya. Berikan mereka kesempatan untuk merasakan hal baru, sejauh masih dalam bimbingan dan pengawasan Anda.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)