5 Kelebihan Ayah dalam Mendidik Anak

17 Desember 2013 Artikel Pendidikan


Kedekatan anak dengan orangtua memang diperlukan keseimbangan. Selain dekat dengan ibu, kedekatan anak dengan ayah pun perlu dibangun. Peran mendidik anak selama ini lebih bertumpu pada ibu. Padahal, tanggung jawab itu juga menjadi kewajiban ayah. Nah, agar kedekatan berlangsung proporsional, Anda pun perlu membangun keintiman dengan anak. Selain lebih rekat, banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dengan adanya hubungan ayah dan anak yang dekat.

Karena seorang ayah akan lebih mengerti kemampuan si anak dengan lebih obyektif, sehingga harapan Ayah juga akan lebih sesuai dengan kemampuan anak. Jika Ayah mengenal anak lebih baik, si Ayah akan tahu kalau anaknya memiliki minat pada bidang lain. Sehingga Ayah tidak akan memaksakan anaknya untuk mengikuti bidang yang tidak diminati oleh anak.

Dengan demikian peran ayah dalam pola asuh anak sama pentingnya dengan peran ibu. Bahkan, dalam beberapa aspek para ayah memiliki kelebihan dibanding kaum ibu dalam mengasuh anak adalah sebagai berikut:

1. Lebih tenang

Para pria biasanya lebih mampu berpikir rasional dan juga tenang dalam berbagai situasi. Tak terkecuali ketika mereka sedang mengawasi anaknya. Jika melihat si kecil memanjat naik ke atas meja, para ibu biasanya akan berteriak dan langsung berkata "jangan". Sebaliknya dengan ayah, mereka bisa dengan tenang berkata, "Itu tidak aman nak, ayo turun dari sana,".

2. Hadir sepenuhnya

Salah satu tantangan menjadi orangtua adalah membagi waktu. Dengan sisa energi yang ada, kita masih harus menyiapkan makan malam atau membereskan rumah. Tak heran terkadang saat bermain dengan anak perhatian kita akan terpecah.

Namun, tidak dengan para ayah. Mungkin karena tak harus disibukkan dengan urusan domestik, saat bermain dengan buah hatinya mereka akan total "bersenang-senang". Rumah mungkin tampak berantakan saat mereka bermain, tetapi ayah adalah teman terbaik bagi anak-anaknya.

3. Lebih santai

Dibandingkan dengan para ibu yang sering cemas akan berbagai hal, mulai dari kebersihan sampai keamanan si kecil, para ayah justru cenderung lebih santai. Saat si kecil makan dengan berantakan mereka tidak terburu-buru mengambil lap dan membersihkan meja. Saat menghadapi anak yang susah makan, mereka juga lebih tenang dan bisa membujuk anak untuk membuka mulutnya.

4. Pelindung

Bukan berarti ibu kurang melindungi anak-anaknya, hanya sosok ayah memang identik dengan pelindung keluarga. Karena itu biasanya anak lebih suka bercerita kepada ayah mereka mengenai sesuatu hal yang membuat mereka takut.

5. Mengajarkan kemandirian

Para ibu biasanya kurang sabar dalam hal membiarkan anak mereka mengerjakan sesuatu hal dengan benar. Misalnya memakai sepatu sendiri atau saat berpakaian. Karena masih banyak hal yang harus dikerjakan, biasanya ibu selalu ingin membantu anak sehingga kemandirian anak terbentuk lebih lama. Para ayah biasanya lebih baik dalam hal ini. Mereka lebih bisa percaya bahwa buah hati mereka mampu melakukan dan bisa belajar dari kesalahannya.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)