4 Dampak Negatif Memforsir Belajar pada Anak

22 Maret 2016 Artikel Pendidikan


Anak-anak yang khususnya sudah memasuki bangku sekolah pastinya akan memiliki kewajiban untuk belajar. Namun tidak semua waktunya akan dihabiskan untuk belajar. Ada beberapa hal yang masih ingin dilakukan oleh anak-anak seperti bermain, menonton TV dan masih banyak kegiatan lainnya. Sebagai orang tua, Anda pastinya paham apa yang diinginkan oleh anak Anda. Anda sebagai orang tua juga tahu kapan waktunya menyuruh anak belajar. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai memaksa anak untuk terus belajar karena akan berdampak kurang baik bagi anak.

Berikut 4 dampak negatif memforsir belajar yang kemungkinan dialami anak:
1. Akan mengalami kegagalan dalam belajar

Meskipun anak Anda belajar terus-menerus, namun sebenarnya hanya sedikit pemahaman yang masuk dipikiran si anak. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak kapasitas materi belajar yang dipikirkan di otak anak. Jadi waktu akan terbuang sia-sia bila memaksa anak untuk terus belajar. Akan jauh lebih baik jika Anda ikut aktif membantu anak mengatur waktu belajar dan aktivitas lainnya agar jauh lebih berkualitas dan lebih teratur. Bila perlu Anda bisa mendampingi anak ketika anak sedang belajar agar bila anak mengalami kesulitan dalam memahami materi, Anda dapat membantunya.

2. Anak mudah stres dan depresi
Jika terus memaksa anak untuk belajar, akibatnya bisa jadi anak mengalami stres. Stres ini muncul karena anak tidak mendapatkan keseimbangan antara melakukan kewajiban belajar dengan aktivitas lainnya seperti bermain atau hanya sekedar melakukan hobi kesukaannya. Jika stres pada anak ini terus dibiarkan, maka kemungkinan besar anak akan mudah depresi. Tentunya Anda tidak ingin anak Anda depresi bukan hanya karena keinginan Anda?

3. Muncul rasa takut pada anak
Hingga kini masih ada sejumlah keluarga yang memberikan hukuman pada anak bila anaknya tidak mau belajar. Dan ini bukanlah solusi yang tepat karena hanya akan membuat anak Anda takut. Efek dari pemberian hukuman pada anak ini selain muncul rasa takut dari dalam, secara perlahan anak Anda juga akan membenci kegiatan belajar. Efek yang paling serius dari pembelajaran yang seperti ini adalah gangguan kejiwaan yang mungkin akan dialami oleh si anak.

4. Sulit bersosialisasi
Dampak negatif lainnya yang terus memaksa anak untuk belajar adalah sulit bersosialisasi. Hal ini disebabkan karena kegiatan anak yang terlalu monoton. Jadi, kegiatan belajar yang terus-menerus membuat anak tidak memiliki kegiatan lainnya. Aktivitas bermainnya pun akan berkurang karena aktivitas belajar yang cenderung dilakukan secara terus-menerus

Bagaimana, setelah membaca penjelasan diatas, apakah masih mau memaksa anak untuk belajar?

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)