33 Tahun, Usia Tersibuk dalam Hidup Kita

3 November 2010 Artikel Pendidikan


Berapa usia Anda saat ini? Awal 30-an? Apakah Anda merasa selalu kekurangan waktu untuk membagi waktu antara karier, keluarga, dan aktivitas sosial lainnya? Tidak heran, karena menurut sebuah survei yang diadakan oleh Hotmail, usia 33 tahun adalah masa ketika Anda harus berjuang untuk menyeimbangkan kehidupan Anda yang makin banyak menyita waktu tersebut.

Begitu banyak hal yang harus dilakukan sehingga sepertiga dari responden yang berusia 33 tahun mengaku hanya tidur rata-rata lima jam setiap hari. Dua pertiganya mengatakan bahwa mereka bekerja lebih dari 38 jam setiap minggu di kantor. Setelah berhasil mengatasi urusan pekerjaan dan keluarga, rata-rata mereka hanya punya waktu satu jam untuk melakukan sesuatu yang mereka sukai.

Provider e-mail ini juga menyatakan, satu dari lima responden tak punya waktu untuk keluar rumah dan bersenang-senang karena begitu sibuk. Sampai-sampai, 56 persen responden harus membawa pulang pekerjaan untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, 90 persen dari perempuan yang disurvei merasa tidak berlebihan jika dikatakan perempuan lebih sibuk daripada pria seusia mereka.

Untungnya, begitu kita mencapai usia 55 tahun, tekanan terhadap kehidupan kita mulai menurun dan menjadi lebih mudah. Sebab, saat itu kita telah mencapai puncak karier, dan anak-anak sudah hidup sendiri. Pada usia 55 tahun, setiap hari perempuan rata-rata memiliki waktu satu jam 23 menit untuk memanjakan diri sendiri karena di kantor mereka hanya menghabiskan waktu rata-rata 30 jam.

"Statistik riset ini menunjukkan bahwa kita semua harus berjuang untuk menyeimbangkan prioritas dalam hidup kita. Ketika kita mencapai usia tigapuluhan, karier kita cenderung sangat menuntut, dan kita punya lebih banyak tanggung jawab dalam kehidupan pribadi kita," papar Fiona Fyfe dari Hotmail.

Perempuan juga harus mengelola waktu selama masa-masa tersibuk dalam kehidupan mereka untuk memastikan bahwa mereka bisa menikmati hidup, dan menyeimbangkan semua aktivitas. Terlalu banyak bekerja sama sekali bukan pilihan yang baik.

Sumber: kompas.com
Tags