3 Dampak Buruk Kekerasan Orangtua bagi Anak

11 Juni 2016 Artikel Pendidikan


Semua orang tua pasti menginginkan anaknya patuh dengannya, tapi tanpa disadari cara kuno dengan melakukan kekerasan masih saja diterapkan. Semakin keras Anda mendidik anak, maka semakin negatif pula dampak yang muncul dalam diri anak tersebut. Dan orangtua yang masih menerapkan konsep kuno, biasanya akan mengajarkan anak untuk patuh kepada orangtuanya dengan cara kekerasan. Padahal, sebenarnya kekerasan tidak mendidik anak untuk menjadi lebih baik. Justru, dengan kekerasan itulah yang akan membuat berbagai dampak negatif muncul dalam diri anak.

Inilah dampak negatif dari anak yang sering mendapat kekerasan dari orangtua:
1. Anak jadi keras kepala

Mungkin orangtua dulu berkata bahwa kekerasan adalah suatu jalan untuk menerapkan kedisiplinan untuk anak. Karena, jika anak diberi hati, mereka akan bersikap semena-mena dan tidak bisa menghargai ataupun menghormati orangtuanya. Padahal, hal tersebut adalah salah. Justru dengan kekerasan itulah anak menjadi lebih keras kepala dan nakal. Itulah sebabnya dikatakan bahwa kekerasan tidak mendidik anak.

2. Anak jadi lebih agresif
Anak agresif merupakan hal yang dikarenakan oleh adanya perlakukan orangtua yang selalu bertindak kasar terhadap anaknya. Sehingga, ketika para orangtua bertindak kasar, maka tanpa disadari di saat itulah orangtua telah menggambarkan kepribadian sisi brutal mereka dan tentu saja hal ini akan menjadi ditiru oleh anak yang menjadi brutal pula dan menjadi lebih agresif.

3. Anak jauh dengan orangtua
Kekerasan akan membuat jarak antara anak dan orangtua. Padahal, sebuah keluarga harusnya itu saling menyayangi dan tidak ada perilaku kekerasan. Dan jika orangtua sering memberikan hukuman fisik kepada anak, hal tersebut akan menciptakan kesan bahwa anak tidak disayang oleh orangtuanya. Sehingga, hal inilah yang menumbuhkan jarak perpisahan antara orangtua dan anak. Anak pun bisa menjadi takut untuk berbicara dengan Anda bahkan untuk menyelesaikan suatu masalah yang serius.

Percayalah, kekerasan tidak dapat mengubah anak Anda jadi baik. Kedisiplinan tidak diajarkan lewat pukulan tetapi kasih sayang.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)