13 Perubahan yang Layak Dilakukan di Sekolah

24 Januari 2017 Artikel Pendidikan   |    Agus Sampurno


Perubahan di sekolah termasuk hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang ingin ada di dunia pendidikan dikarenakan jam kerja yang fleksibel dan beban pekerjaan yang dipandang ringan. Padahal dengan tantangan pendidikan saat ini, hal tadi justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.

Perubahan yang dipandang menantang untuk dilakukan di sekolah adalah perubahan menuju kepada:

  1. Menganggap diri seorang guru adalah fasilitator, yang ada untuk mendampingi, mensupport dan membuka jalan bagi pengetahuan lebih lanjut.
  2. Menganggap guru adalah contoh dalam segala hal, baik di dunia offline dan online.
  3. Dunia pendidikan adalah dunia profesional dan bukan pengabdian buta yang membuat iba.
  4. Administrasi mengajar adalah justru meringankan dan bukan mempersulit.
  5. RPP bisa dikerjakan dalam tim dan tidak lagi menjadi hak milik perseorangan dalam pengerjaan dan pelaksaannya.
  6. Kepala sekolah mesti fokus pada bidang belajar mengajar dan bukan ‘pemadam kebakaran’dalam semua hal yang terjadi di sekolah
  7. Kepemimpinan mesti dibagi rata di sekolah dalam bentuk ‘middle management’ dan bukan one man show.
  8. Penilaian guru mesti erat dengan cara mengajar dan bukan senioritas.
  9. Menilai siswa adalah upaya untuk merekam jejak dan bukan mencari kesalahan.
  10. Pelatihan adalah upaya menyegarkan dan bukan beban.
  11. Pelatihan guru tidak melulu masalah motivasi, guru perlu disegarkan soal kompetensi mengajar.
  12. Buku teks bukan segalanya, buku teks sebenarnya mitra guru menjadi kreatif.
  13. Orang tua siswa layak dijadikan mitra dan bukan ‘ditiadakan’ karena semata dianggap konsumen yang tidak mengerti apa-apa.


Hal diatas sangat layak untuk disegerakan, oleh semua pengelola sekolah. Sekolah yang lalai untuk selalu berubah menyesuaikan dengan tantangan zaman akan membuat guru merasa mengajar di tempat yang biasa saja, orang tua siswa merasa salah tempat menyekolahkan dan waktu siswa yang berharga terbuang sia sia.

(Penulis adalah Kepala sekolah di Ananda Islamic School Jakarta Barat, penggiat penggunaan Sosial Media dan teknologi di sekolah.
Tulisan lainnya bisa dilihat di
sini)