TIM Brasil Lakukan Pembersihan

24 Juli 2014 Olah Raga


Setelah kegagalan tim nasional Brasil menjadi juara dunia tidak hanya berbuntut mundurnya sang pelatih Luiz Felipe Scolari. Para anggota staf timnas Brasil pun ikut dipecat oleh federasi sepak bola negeri itu meski tidak berkaitan langsung dengan prestasi tim.

Sebagai tuan rumah dan juara dunia lima kali, Brasil sangat diharapkan menjadi kampiun. Penampilan Selecao jauh di bawah target setelah dibantai Jerman 1-7 di semifinal dan dicukur Belanda 0-3 di laga yang memperebutkan peringkat ketiga. Kegagalan yang menyakitkan itu menyebabkan anggota staf timnas Brasil didepak. Pelatih berusia 65 tahun itu dan semua anggota staf pelatih telah mengundurkan diri sejak Senin lalu.

Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyatakan, anggota staf timnas Brasil yang menyusul dipecat pada Selasa adalah dokter tim Jose Luis Runco dan kepala humas Rodrigo Paiva.

Runco sudah lama menjabat dokter tim, yaitu sejak 2002. Pernyataan Runco sering dikutip media setelah striker Brasil, Neymar, mengalami cedera tulang belakang. Dokter tersebut banyak memberikan keterangan mengenai kondisi terakhir Neymar. Runco pernah membantah kemungkinan menyembuhkan Neymar dengan suntikan obat penghilang rasa sakit supaya striker tersebut bisa tampil di final. Namun, CBF tidak menjelaskan kesalahan apa yang membuat Runco dipecat.

Adapun Paiva dipecat karena memukul pemain Cile, Mauricio Pinilla, saat laga 16 besar antara Brasil dan Cile. Pertandingan yang sengit tersebut dimenangi Brasil melalui drama adu penalti. Satu-satunya anggota staf timnas Brasil yang tidak dipecat adalah kepala logistik Guilherme Ribeiro.

CBF akan mengadakan jumpa pers pada Kamis waktu setempat untuk menunjuk pengganti Scolari. Spekulasi yang berkembang adalah CBF akan menunjuk Tite (53), mantan pelatih klub Corinthians, sebagai pengganti Scolari. Calon lain yang disebut adalah pelatih timnas U-23 Brasil Alexandre Gallo. Calon lainnya adalah Muricy Ramalho dan Vanderlei Luxemburgo.

Ketua CBF Jose Maria Marin menerima pengunduran diri Scolari seraya mengucapkan terima kasih karena Scolari telah membawa Brasil menjadi juara dunia pada 2002 dan menjuarai Piala Konfederasi 2013.

Setelah sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, Brasil kembali berbenah untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Rio 2016. Persiapan matang harus dilakukan agar persiapan yang terburu-buru saat hajatan Piala Dunia tidak terulang.

Wali Kota Rio de Janeiro Eduardo Paes menjanjikan Olimpiade Rio 2016 adalah Olimpiade paling meriah. Paes memastikan Rio de Janeiro akan menjadi tuan rumah yang baik meski perlu pembangunan infrastruktur. Sebelumnya, Wakil Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) John Coates telah memperingatkan panitia agar mematuhi jadwal pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur yang dikebut adalah Olympic Park dan Deodoro. Kompleks olahraga Deodoro akan menjadi arena pertandingan menembak, anggar, sepeda gunung, dan lain-lain. Panitia mengakui, jadwal pembangunan arena tersebut terlambat dari jadwal.

Agberto Guimaraes, Direktur Eksekutif Bidang Olahraga Olimpiade Rio 2016, mengatakan, pembangunan konstruksi yang dimulai bulan Juli sudah menunjukkan hasil. Guimaraes optimistis pembangunan arena sesuai jadwal.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari bola.kompas.com dan berbagai sumber)