Teknik Dasar Olahraga Tolak Peluru

13 Januari 2017 Olah Raga


Tolak peluru merupakan olahraga yang tergolong dalam bagian atletik, tolak peluru seakan sudah jadi mata pelajaran wajib di sekolah, hampir semua sekolah menyediakan peralatan fasilitas ini, walaupun tidak menggunakan peluru yang sebenarnya setidaknya Anda bisa memodifikasinya dengan menggunakan fasilitas yang bisa di jadikan sebagai sarana pembelajaran. Tujuan tolak peluru adalah menolak sejauh jauhnya untuk mendapatkan hasil lemparan sejauh mungkin. Dalam tolak peluru dikenal ada dua macam gaya yang sering digunakan, yaitu: gaya lama atau menyamping(Ortodoks) dan gaya baru atau membelakangi (O'briens).

Berikut Teknik dasar dalam olahraga tolak peluru:
1. Cara memegang peluru

Peluru dipegang dengan jari jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas.
Cara melakukanya adalah:
*. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari jari tangan.
*. Jari jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, tengah dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
*. Jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian samping yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau keluar.


2. Teknik meletakan peluru
Cara meletakkan peluru yang benar adalah:
*. Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, sedangkan kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan.
*. Peluru dipegang dengan tangan kanan dengan pegangan serasi
*. Tangan yang memegang peluru mengatur letak peluru. Peluru diletakkan pada batas leher dengan pundak, dibawah telinga. Ketika membuka dan lengan terentang segaris dengan pundak
*. Lengan kiri di muka dada sedikit ditekuk
*. Kaki kiri kendor dan menapak pada ujung kaki


3. Persiapan awal
*. Kaki kanan ditempatkan di muka, kaki kiri disamping kiri selebar badan, segaris dengan arah lemparan
*. Peluru dipegang dengan tangan kanan
*. Peluru diletakkan pada batas leher dengan pundak di bawah telinga
*. Lengan kiri di muka dada dan sedikit ditekuk
*. Berat badan diletakkan pada kaki kanan dan badan membungkuk dan sedikit condong ke kanan
*. Kaki kiri diayun ke muka dan ke belakang.

4. Awalan
*. Setelah ayunan kaki kiri yang merupakan awalan kemudian kaki kanan ditekuk lebih pendek
*. Kaki kiri sewaktu melakukan ayunan posisinya berada di belakang kemudian diayun ke kiri (ke arah lemparan) kemudian secepatnya mendarat. Bersama itu, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan kemudian mendarat
*. Pada saat kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan condong ke kanan
*. Pegangan peluru jangan sampai bergeser pada saat melakukan serangkaian gerakan tadi. Posisi ini sudah siap untuk melakukan tolakan peluru.

5. Sikap badan ketika akan menolak
Menyamping arah tolakan, kaki kiri di depan lurus dan kaki kanan di belakang dengan lutut ditekuk, berat badan bertumpu pada kaki kanan tangan kiri lurus rileks berada di depan untuk menjaga keseimbangan.

6. Cara menolakkan peluru
*. Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut didorong ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat dan pandangan tertuju ke arah tolakan.
*. Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan menolakkan kaki kanan dan melonjakkan seluruh badan ke atas serong ke depan.


7. Sikap badan setelah menolak peluru
Pada saat peluru lepas, badan dalam keadaan condong ke depan. Agar jangan sampai jatuh diluar lapangan tolak peluru maka segera kaki kanan digerakan ke muka (depan). Bersamaan dengan kaki kanan mendarat kaki kiri ditarik ke belakang, demikian juga lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)