Teknik Belajar dalam Olahraga Dayung

14 Oktober 2016 Olah Raga


Olahraga dayung adalah olahraga yang dilakukan di dalam air dengan menggunakan perahu yang sudah ditentukan jenis dan modelnya. Berikut tentang olahraga dayung dengan segala teknik dan pemahamannya.

Kombinasi antara kemampuan teknis dan kapasitas fisik yang baik dapat meningkatkan prestasi seorang atlit. Kemampuan teknis memang penting pada semua cabang olahraga tetapi untuk olahraga dayung, hal ini lebih penting lagi agar dapat mencapai prestasi yang lebih baik. Faktor yang paling dasar dalam belajar olahraga dayung adalah mengerti dan menguasai ketermpilan teknis agar atlit dapat manguasai dan menyerap manfaat dari program latihan.

Teknik kekuatan
Latihan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan dan aspek-aspek Psiologis lainnya tidak banyak berguna kalau seorang atlit tidak dapat meningkatkan kecepatan perahu. Manfaat latihan untuk meningkatkan kecepatan perahu baru akan dapat dilakukan kalau atlit sudah memahami dan bisa mempraktekan teknik dayung yang efektif.

Menguasai teknik mendayung
Tujuan dari olahraga dayung adalah agar atlit dengan kekuatannya dapat meluncurkan perahu di atas air. Pada perahu dayung kekuatan gerak ditentukan oleh kepasitas fisik seorang atlit dan tingkat penguasaan teknisnya. Karena pada saat mengayuh seorang atlit bergerak maju dan mundur pada dudukan yang bisa digeser-geser sehingga menciptakan gaya positif dan negatif.

FASE-FASE DARI KAYUHAN
a. Persiapan
Posisikan diri di dalam perahu se alamiah mungkin, jangan terlalu mendorong badan kedepan kira-kira 45 derajat adalah tingkat kemiringan yang ideal. Untuk mentransmisikan gaya dari kaki menuju kayuhan

b. Awalan pertama dari kayuhan
Pada awal kayuhan berat tubuh atlit ditransmisikan kepada footstrecher melalui kaki. Pada saat yang sama, atlit secara aktif menggunakan otot-otot badannya untuk menghasilkan tenaga yang cukup di air.

c. Akhir dari kayuhan dan pelepasan (release)
Otot-otot pundak dan tangan berperan pada saat mengakhiri kayuhan. Pada bagian ini titik berat badan harus tetap dijaga agar tetap berada di belakan dayung untuk mendapatkan efek maksimal pada akhir kayuhan.

d. Paruh pertama dari fase pemulihan (recovery)
Pada saat pemulihan, tangan mengarahkan gerakan dengan cepat dan secara lentur mendorong papan dayung menjauhi badan setelah dilepaskan.

e. Akhir kayuhan
Lebih mengandalkan pada otot-otot kaki, selanjutnya otot-otot belakang mulai beraksi dan pada akhir kayuhan yang berperan adalah otot pundak dan tangan. Berat badan atlit harus digunakan dengan optimal selama mengayuh dan tenaga ditransmisikan sepenuhnya kepada papan dayung.

f. Pemulihan
Sementara tangan dipanjangkan terus kedepan, bagian atas tubuh atlit mulai dimiringkan kedepan hingga mencapai kemiringan 45derajat. Ketika tangan dikembangkan dan bagian atas tubuh berada pada posisi awal, maka atlit mulai menggerakan dudukan maju kedepan untuk memulai kayuhan baru.

Itulah bagian teknik belajar dalam olahraga dayung, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)