Sejarah Bola Bola Resmi yang Dipakai di Piala Dunia - Bagian 2

28 Mei 2014 Olah Raga   |    Lie Hardy Setiady


Italia, 1990. Bola dengan nama Etrusco merupakan bola pertama dengan sebuah lapisan busa polyurethane pada bagian dalamnya. Nama Etrusco dan desain dari bola ini merupakan penghormatan terhadap sejarah italia dan karya seni dari etruria.


USA, 1994. Bola resmi yang dibungkus dengan lapisan busa polystyrene dinamakan Questra. Lapisan ini bukan hanya membuat bola semakin anti air tapi juga menambah kecepatan bola ketika ditendang. Bola baru yang terasa lebih lembut ketika disentuh ini meningkatkan kontrol bola dan kecepatan tinggi selama dimainkan. Desain bolanya mewakili teknologi angkasa, tingginya kecepatan roket dan misi amerika "Quest for the stars".


Perancis, 1998. Piala dunia FIFA di perancis ini bola yang dipakai menggunakan 3 warna nasional perancis (merah - putih - biru). Perpindahan yang drastis dari pola sebelumnya yang berwarna hitam dan putih. Bola ini merupakan bola resmi piala dunia pertama yang berwarna. Bola yang diberi nama TRICOLORE ini menggunakan teknologi cetak "Underglass" dengan lapisan tipis busa sintetis.


Korea Japan, 2002. Untuk piala dunia ini Adidas membuat lapisan dalam bola yang lebih tebal untuk meningkatkan ketepatan bola di udara. Bola dengan nama Fevernova ini juga dilengkapi dengan lapisan busa sintetis yang diperbaharui. Hal ini memungkinkan ketepatan dan arah bola yang lebih mudah ditebak. Budaya asia menginspirasi tampilannya yang penuh warna. Bola resmi piala dunia ini buatan indonesia loh.


Jerman, 2006. Di piala dunia ini diperkenalkan sebuah konfigurasi baru yang secara radikal mengurangi jumlah titik sambungan antar panel yang memberikan tampilan luar bola yang lebih halus dan bulat sempurna sehingga meningkatkan kendali dan ketepatan bola. Tampilan luar dari bola bernama Teamgeist ini mempunyai perbedaan mencolok dari bola sebelumnya yang sangat bergantung pada dimana pemain menendang bola tersebut karena adanya jahitan, siku yang menonjol serta ketidaksempurnaan lain yang muncul di posisi panel - panel saling berhubungan. Desain baling-baling yang revolusioner dari Teamgeist meminimalisir sudut dan menciptakan permukaan yang lebih halus untuk meningkatkan permainan. Bola ini dirancang dengan warna tradisional dari bendera Jerman dan diberi aksen dengan warna keemasan trofi Piala Dunia


Afrika Selatan, 2010. Jabulani, bola ini menampilkan teknologi baru dalam pegangan dan alur yang memberikan pemain bola kestabilan dan pengendalian bola dalam semua kondisi. Dengan delapan panel 3 dimensi yang dihubungkan satu sama lain dengan dipanaskan sehingga membentuk bola untuk pertama kalinya, Jabulani jadi lebih bulat dan akurat daripada pendahulunya.

-Baca Bagian 1-

(Dikutip dari berbagai sumber)