Peraturan Dasar dalam Permainan Olahraga Polo Air Bag: 1

17 Mei 2016 Olah Raga


Polo air atau water polo adalah olah raga air yang menyerupai pertandingan sepak bola, hanya saja tempatnya di air dan cara mengoper bola menggunakan tangan. Polo air bisa dianggap kombinasi renang, gulat, sepak bola, dan bola basket. Tujuan polo air adalah mencetak gol yang sebanyak banyaknya. Setiap permainan dan olahraga mempunyai peraturan permainan. Peraturan tersebut merupakan hasil dari suatu kesepakatan , baik kesepakatan dalam lingkup nasional maupun internasional, dengan tujuan mengorganisasi pertandingan atau perlombaan.


Berikut peraturan dasar olahraga polo air
1. Jumlah Pemain

Setiap regu polo air berjumlah 6 pemain dan 1 penjaga gawang, total 7 orang pemain di setiap pertandingan dan 6 orang cadangan yang harus duduk dibangku cadangan di dalam lapangan pertandingan, dengan 1 orang manager, 1 orang kepala pelatih dan 1 orang asisten pelatih. Hanya kepala pelatih yang dapat berdiri dan berjalan sampai batas 5 meter dari bangku cadangan untuk memberikan instruksi kepada regunya pada saat posisi regu tesebut melakukan penyerangan. Jika regu tersebut dalam posisi bertahan kepala pelatih hanya boleh memberikan instruksi dalam posisi duduk.

2. Kelengkapan pemain
Kolam renang untuk polo air lebarnya 20 meter dan panjangnya 30 meter dengan kedalaman tidak kurang dari 1.80 meter.

Setiap regu yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (training/kaos), celana renang seragam, topi polo air yang bernomor (1 s/d 13) yang dibedakan berwarna putih atau biru dan penjaga gawang nomor 1 dan 13 dibedakan dengan topi warna merah. (Jika regu yang bertanding memiliki topi dengan warna tersendiri harus membawa 2 set (1 set diberikan kepada sekretariat pertandingan, diperlukan jika salah satu pemain dari regu tersebut kehilangan topinya pada saat bertanding).

3. Lama Permainan
Lama pertandingan adalah 8 menit (Bersih) x 4 babak. Jeda istirahat setiap babak 1 & 2 serta 3 & 4 adalah 2 menit sedangkan jeda istirahat untuk babak 2 ke babak 3 adalah 5 menit. Jika skor akhir dari babak 4 seri, akan dilanjutkan 2 babak tambahan (2 x 8 menit) untuk menentukan pemenang, jika masih terjadi seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan 5 (lima) bola tembakan penalti untuk setiap regu. Tembakan Pinalti diwakilkan oleh 5 orang pemain dari setiap regu, yang telah ditentukan secara berurutan dan tercatat disekretariat pertandingan serta diatur untuk berdiri di kedua sisi pinggir kolam renang untuk membedakan setiap regunya. Titik tembakan pinalti diambil 5 meter dari posisi gawang yang dilakukan secara bergantian dengan aba aba dari wasit yang memimpin tembakan pinalti.

4. Jumlah Wasit
Setiap pertandingan resmi memakai standar peraturan International (FINA), pertandingan dipimpin 2 (Dua) orang wasit & dibantu oleh 2 orang hakim garis (Goal Judge).

5. Permulaan Permainan

  • Pada setiap permulaan masing-masing babak, para pemain berada pada garis gawang dengan jarak sekurang-kurangnya 1 meter dari gawang. Diantara kedua gawang tidak boleh lebih dari dua orang pemain. Pemain harus menunggu tanda dari wasit yang akan diberikan bila semua regu telah siap. Tanda tersebut berupa satu kali tiupan peluit dan segera sesudah wasit harus melempar bola ke tengah lapangan permainan.
  • Bila terjadi gol, regu yang kemasukan bola memulai kembali permainan. Seorang pemain yang dari regu yang kemasukan bola mengambil tempat di tengah-tengah lapangan permainan dan semua pemain harus mengambil tempat dimana saja dalam daerah sendiri, di belakang garis tengah. Ketika wasit member aba-aba untuk memulai permainan. Ia harus melemparkan bola kepada pemain lain dari regunya yang berada dibelakang garis tengah.


6. Gol
Bola dinyatakan masuk gol apabila bola sepenuhnya melewati garis gawang diantar ke dua garis gawang.

7. Lemparan Gawang

  • Apabila seluruh bola melewati garis gawang, kecuali diantara kedua tiang gawang, dan bola akhir disentuh oleh pemain penyerang lawan
  • Kesalahan dalam lemparan ke dalam harus diulangi


8. Lemparan PenjuruLemparan penjuru dilakukan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:

  • Bola melewati garis samping gawang, ketika bola tersebut terakhir disentuh oleh pemain bertahan.
  • Seorang penjaga gawang pada waktu melakukan lemparan bebas atau lemparan gawang. Sebelum bola itu disentuh oleh pemain-pemain lain mengambilnya kembali dan masuk ke dalam gawang.
  • Pemain melakukan suatu lemparan bebas, mengoper bola kepada penjaga gawang sendiri.


9. Lemparan BebasLemparan bebas diberikan pada saat ada pelanggaran. Cara melakukan lemparan bebas adalah dari empat terjadinya kesalahan, seorang pemain yang mendapatkan lemparanbebas dapat langsung mengoperkan bola kepada lawan atau menggiring lebih dahulu baru mengopernya. Bola lemparan bebas bisa dinyatakan masuk gawang apabila minimal telah disentuh oleh seorang pemain kawan atau lawan dalam garis gawang.

10. Bola Keluar Lapangan Permainan
Bola dinyatakan keluar lapangan permainan apabila bola keluar melalui salah satu garis sisi lapangan. Lemparan bebas akan diberikan kepada pemain dari regu lawan yang terdekat pada tempat dimana bola meninggalkan lapangan permainan.

Bersambung ke bagian ke 2......

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)