Ini Fakta Menarik dari Kemenangan Kevin/Marcus di All England 2017

2 April 2017 Olah Raga


Keberhasilan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon dalam kejuaraan bergengsi All England 2017 menyisakan beberapa fakta menarik. Bagi Kevin/Marcus, ini adalah gelar All England perdana dalam karier mereka.

Selain itu, kesuksesan Kevin/Marcus menaklukkan Li Junhui/Liu Yuchen juga menghadirkan sejumlah fakta menarik lainnya, yaitu:

  1. Keberhasilan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon jadi juara All England membuat Indonesia kembali memiliki juara di nomor ganda putra All England setelah terakhir kali Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi juara pada 2014.
  2. Gelar All England 2017 ini merupakan gelar super series premier keempat sepanjang karier Kevin/Marcus. Pada tahun lalu, mereka jadi juara di India, Australia dan China.
  3. Sukses Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon merebut trofi All England tahun ini membuat mereka menjadi ganda putra Indonesia ke-11 yang mampu melakukannya setelah Christian Hadinata/Ade Chandra, Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono, Rudy Gunawan/Eddy Hartono, Rudy Gunawan/Bambang Suprianto, Ricky Subagdja/Rexy Mainaky, Tony Gunawan/Candra Wijaya, Tony Gunawan/Halim Haryanto, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
  4. Laga lawan Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding juga jadi laga dengan durasi terlama yang dimainkan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon di turnamen ini. Mereka menghabiskan waktu 1 jam 9 menit untuk mengalahkan pasangan Denmark tersebut. Untuk empat laga lainnya, Kevin/Marcus hanya bermain 35 menit atau kurang dari durasi tersebut.
  5. Dalam perjalanan jadi juara All England, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon hanya kehilangan satu gim, yaitu ketika mereka menghadapi Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding dari Denmark di babak semifinal. Saat itu Kevin/Marcus kalah 19-21 di gim pertama sebelum menang 21-13, 21-17 di dua gim berikutnya.



Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo setelah mengalahkan pasangan ganda China Li Junhui/Liu Yuchen pada laga final di Birmingham.

Oleh: Titi Indriyani
(Dikutip dari berbagai sumber)