The Wall, Teknologi Canggih Museum Galeri di Amerika

20 April 2018 Kesenian


Seni adalah bagian dari peradaban manusia. Begitu pula dengan teknologi, manusia tidak mungkin lepas dengan teknologi. Hampir seluruh aspek kegiatan manusia melibatkan teknologi. Hingga sebuah museum galeri memadukan seni dan teknologi.

Gallery One di Cleveland Museum of Art memiliki sebuah layar interaktif yang lebarnya hingga 40 kaki yang berisi 3.000 display gambar lukisan. Gallery yang berada di Cleveland, Amerika Serikat ini memajang lukisan - lukisan dari para pelukis ternama seperti Pablo Picasso, Auguste Rodin, Viktor Schreckengost, dan Chuck Close.

The Wall, nama layar sentuh tersebut, juga bisa mentransfer gambar yang Anda sukai ke iPad Anda sehingga Anda bisa share di jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter. Hanya perlu sentuh icon hati di sudut gambar, maka otomatis akan tertransfer ke iPad Anda.

Selain layar besar, ada lagi layanan caggih lainnya. Aplikasi iPad bernama ArtLens membuat pengunjung dapat mengeksplorasi museum menggunakan iPad. Dalam ArtLens terdapat fitur tool image-recognition (pengenalan gambar) memungkinkan pengunjung untuk mengenali gambar dan menampilkan informasi tambahan tentang karya tersebut, menyimpannya sebagai favorit atau berbagi ke sosial media. Selain Amerika, teknologi serupa juga digunakan di beberapa museum di Singapura.

Tujuan utama dibuatnya teknologi ini adalah karena ketika orang datang ke museum, mereka ingin mengetahui asal - usul dan informasi lain tentang benda-benda di sana secara mendalam. Dan teknologi di sini fungsinya untuk memfasilitasi mereka.

Hmm... Menurut Anda, perlukah museum Indonesia menggunakan teknologi ini,ya ?

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)