Tari Atoni Meto dari Suku Timor Timur

8 Juni 2015 Kesenian


Suku Atoni, atau juga dikenal sebagai Suku Dawan, adalah suku tertua dan terbesar di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Dengan curah hujan yang sangat rendah, Tanah Dawan, begitu sebutan tempat tinggal mereka, menjadi kawasan yang kaya akan pohon silawan atau pohon lontarnya. Karenanya, daun lontar memiliki kedudukan khusus dalam berbagai bentuk kesenian dan tradisi masyarakat adat Suku Dawan.

Seperti tari kesenian Suku Dawan, yaitu Tari Atoni Meto. Kesenian baru ini tidak terlepas dari daun lontar. Tari kreasi ini menggambarkan pemuda Suku Dawan berambut panjang yang pandai berburu. Masyarakat Suku Dawan percaya bahwa rambut panjang akan menyimpan kekuatan yang bisa digunakan dalam berburu.

Pada tarian tersebut juga muncul beberapa wanita penari yang seolah bergembira dengan hasil buruan yang didapat oleh pemuda Suku Dawan. Mereka berbaur dalam kegembiraan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil buruan yang melimpah. Wujud rasa syukur tersebut dipersembahkan kepada Uis Neno, yang diyakini sebagai raja langit dan penguasa matahari.

Tarian Atoni Meto ini ditarikan oleh 4-6 pasangan pria dan wanita. Daun lontar menjadi property utamanya menjadi pelengkap pakaian penari. Kesenian baru ini ditujukan untuk mempertahankan tradisi lama, dengan upaya untuk terus melestarikan daun lontar sebagai sesuatu yang memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat nusantara.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)