Pengaruh Musik pada Anak Usia Dini

27 Januari 2014 Kesenian


Memperkenalkan musik sejak dini dan melatih kepekaan musikal tidak hanya bertujuan mencetak anak menjadi pemusik. Musik dapat membantu anak berekspresi lebih baik, melatih kepekaan mereka terhadap seni (khususnya musik) dan lingkungan, meningkatkan kecerdasan otak, daya pikir, kreatifitas, kesehatan dan percaya diri tampil di muka umum (di depan kelas mau pun di atas panggung).

Usia 2 tahun adalah usia yang tepat, karena pada usia ini syaraf otak untuk belajar musik telah matang. Musik yang terdiri dari 5 unsur utama - nada, ritme, notasi, melodi dan harmoni - dapat mengasah kepekaan musikal anak melalui kegiatan bermain. Karena itu bermain sambil belajar musik adalah metode paling efektif untuk mengenalkan dan mengajarkan musik kepada anak. Orangtua dan guru musik bisa menciptakan permainan yang mengandung nyanyian dan tarian (gerakan). Memainkan dan mengeksplorasi bunyi dengan alat perkusi sederhana - seperti tambourine, castanet, maracas, jimbe, triangle - juga bisa menjadi bagian dari kegiatan bermain sambil belajar yang sungguh menyenangkan.

Mengajarkan musik pada anak sedini mungkin memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada mengenalkan musik saat anak menginjak usia diatas 10 tahun.

Berikut ini beberapa manfaat memperkenalkan musik pada anak sejak dini:

  1. Membangun kepekaan anak terhadap keindahan khususnya suara
  2. Melatih keseimbangan mental
  3. Pertumbuhan emosional menjadi optimal
  4. Mencerdaskan otak anak
  5. Sarana menyalurkan rasa ingin tahu secara positif
  6. Membentuk rasa percaya diri yang kuat
  7. Sarana menggali potensi dan bakat musik dalam diri anak
  8. Anak memiliki kepekaan yang jauh lebih besar
  9. Membantu anak mejadi diri pribadi mandiri
  10. Memperbaiki control motoris
  11. Meningkatkan kemampuan bahasa dan berbicara
  12. Mengontrol emosional dan perkembangan sosial anak


Musik dapat menjadikan anak pintar terutama di bidang logika matematika dan bahasa. Keindahan musik adalah kata-kata yang menyatu dengan nada, sehingga anak memiliki keinginan yang kuat untuk bergabung di dalamnya dan tanpa disadari anak turut ber­dendang dengan kata-katanya sendiri misalnya dengan menyanyikan ba..ba..ba..ba..ba, mengetuk-ngetukkan atau menjentik-jentikan jari-jari tangan atau mengangguk-anggukkan kepala setiap kali mendengar irama musik dan sebagainya. Tapi keinginan untuk mengikuti lagu yang ia dengar, akan mendorongnya untuk berlatih terus menerus.

Musik juga dapat membantu anak yang kurang pandai berbicara untuk menyalurkan perasaan dan emosi yang terpendam. Bermain musik dapat memicu kepintaran kinestetis atau kepintaran gerak tubuh dan mengurangi stress anak.

Jadi bila anak sedang suntuk atau kesal, dengan bermain musik atau mendengar musik beberapa menit, pasti akan menyegarkan otak si anak.

Musik mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Musik klasik sangat bagus untuk mengembangkan imajinasi kreatif anak; membangun perasaan pada anak memberi banyak pengalaman seni kreatif. Selain itu, musik dapat meningkatkan perkembangan motoriknya, termasuk upaya anak saat belajar merangkak, berjalan, melompat dan lari.

Setiap orang tua pasti menyukai musik apapun jenisnya, karena musik adalah bahasa universal. Sebelum anak-anak mengenal musik, mereka sudah langsung dihadapkan dengan sebuah instrumen musik melalui orangtua yang memperkenalkan lewat alunan lagu ringan & menyenangkan untuk anak-anak.

"If children are not introduced to music at an early age, I believe something fundamental is actually being taken from them." -Luciano Pavarotti-

Oleh: Wahyu K.
(Dikutip dari berbagai sumber)