Musik Klasik Membuat Anak Cerdas

25 November 2019 Kesenian


Ada banyak jenis musik yang kita kenal, misalnya aliran music Pop, Rock, Jazz, Dangdut, Blues dll. Lalu bagaimana memilih musik yang baik bagi anak? Zaman ini anak sangat mudah untuk menerima beragam jenis hiburan dari media televisi, radio, dan sumber media lainnya.

Namun ternyata musik yang bagus untuk anak-anak adalah musik Klasik; Mozart contohnya. Para penggemar musik klasik pasti sudah mengenal nama komposer satu ini. Si genius Wolfgang Amadeus Mozart memang lahir untuk menjadi seorang musisi besar. Dia lahir di Salzburg, Austria pada tanggal 27 Januari 1756. Bakat musik dialirkan dari ayahnya yang merupakan seorang komposer dan pemain biola sukses pada masanya.

Tidak heran kalau Mozart bersama kakaknya, Maria Anna, sudah diajarkan musik sejak dini (dapat juga lihat artikel sebelumnya http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/kesenian/pengaruh-musik-pada-anak-usia-dini.html). Usia lima tahun, Mozart sudah mulai membuat sebuah komposisi kecil.

Musik Klasik. Apa yang terlintas dalam pikiran kita sewaktu mendengarnya? Beberapa orang mungkin menganggap musik klasik sebagai musik yang membosankan, musik orang elit atau bahkan musik kuno. Namun, setelah beredar informasi bahwa musik klasik bermanfaat untuk terapi, musik klasik mulai diminati oleh orang-orang untuk menenangkan pikiran dan otot. Bahkan alunan musik yang katanya membosankan tersebut sekarang dipercayai dapat menjadi terapi bagi anak-anak agar cerdas.

Apakah Terapi Musik Klasik Membuat Cerdas?

Belum ada bukti yang pasti apakah terapi musik klasik dapat membuat anak memiliki jumlah IQ tertentu. David Baron, Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple, Amerika mengatakan bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang kompleks. Ia juga mengatakan bahwa sekitar 60-80 persen kecerdasan diturunkan secara genetik oleh orang tua.

Meskipun belum dapat membuktikan apakah terapi musik klasik dapat membuat anak memiliki IQ tertentu, sejauh ini para peneliti menyetujui bahwa terapi musik klasik merupakan stimulasi yang baik untuk melatih otak agar bekerja lebih maksimal terutama otak kanan yang memiliki peranan besar terhadap imajinasi, kreativitas, serta intuisi.

Mengapa Musik Klasik yang Harus Dijadikan Terapi?

Presiden Direktur Yayasan dan Sekolah Musik Jakarta, Dr. Kuei Pin Yeo menyimpulkan bahwa irama pada musik klasik memiliki nada-nada yang bervariasi, terkadang dari lambat ke cepat dan kadang sebaliknya. Musik klasik juga mempunyai kategori frekuensi alfa dan theta 5000-8000 Hz.

Frekuensi tersebut dapat merangsang tubuh dan pikiran menjadi rileks sehingga merangsang otak menghasilkan hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan tubuh menjadi rileks dan membuat detak jantung menjadi stabil. Hal inilah yang mendukung otak dapat berkonsentrasi dengan optimal dalam membangun jaringan-jaringan sipnasis dengan lebih baik..

Mulai Kapan Stimulasi Terapi Musik Klasik Dapat Dimulai?

  • Ketika si kecil masih di dalam perut:


Bunda dapat menghabiskan waktu di sore hari dengan mendengarkan alunan musik instrument atau klasik, yang dipercaya dapat membantu relaksasi Bunda maupun bayi sehingga otak terstimulasi untuk berkembang lebih baik. Memilih musik bertema religious pun bisa menjadi pilihan.

  • Usia 0 - 1 tahun:


Bunda dapat mengiringi proses tidur si kecil dengan alunan instrument musik klasik, sambil ikut bersenandung, dipadu dengan sinar temaram agar si kecil dapat tidur lebih nyenyak dengan durasi yang cukup di masa tidur malamnya.

  • 1 - 2 tahun:


Si kecil sudah bisa mengamati caranya Bunda berbicara. Mendongengkan si kecil dengan nilai-nilai positif pada ceritanya, sambil diiringi alunan musik klasik akan membawa si kecil untuk memperhatikan Bunda dan mengantarnya pada tidur malam yang nyenyak. Di siang harinya, Bunda dapat menggunakan musik yang lebih berirama untuk mengajaknya menari. Dengan menari, ini akan membantu stimulasi sensor motorik si kecil untuk aktif bergerak.

  • 2 - 4 tahun:


Bunda dan Ayah dapat menambahkan sesi bermusiknya dengan menyanyikan lagu-lagu anak yang mengajarkan nilai positif kehidupan, ilmu dasar berhitung dan huruf, pengetahuan nama-nama benda yang ada di sekitarnya. Atau bisa juga Ayah mengajak si anak untuk bermain musik klasik seperti gitar dan piano. Siapa tahu si kecil jadi tertarik untuk mempelajari musik.

Ternyata begitu besar manfaat musik klasik bagi anak-anak!

Silahkan mencoba.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)