Mengenal Istilah 5c dalam Sinematografi

17 April 2015 Kesenian


Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin, yaitu kinema yang berarti gambar dan graphy yg berarti tulisan. Sinematografi merupakan pengaturan pencahayaan dan kamera ketika merekam gambar fotografis untuk suatu sinema atau film.

Zaman sekarang, membuat film tidaklah sulit. Cukup dengan kamera sederhana, seperti kamera smartphone, Anda sudah bisa membuat film pendek. Namun tentu saja untuk output yang lebih maksimal, gunakan kamera seperti DSLR.

Sinematografi memang selalu berkaitan dengan hal-hal teknis dan seringkali membuat kita yang awam pusing memahaminya. Tapi, Joseph V. Mascelli mampu menyederhanakan beberapa hal penting dalam sinematografi melalui 5 C:

1. Camera Angle

Camera Angle merupakan pengambilan sudut pandang dalam suatu adegan. Hal ini penting karena dari pemilihan sudut pengambilan gambar, akan tercermin motivasi dari sebuah shot. Akan lebih baik jika camera angle tersebut memang menjelaskan sebuah peristiwa yang harus dilihat oleh penonton.

2. Continuity

Continuity adalah waktu dan ruang dalam sinematik; bisa dipercepat, diperlambat, bercerita masa lalu, atau masa depan. Kontinuiti yang benar akan membuat penonton menyatu ke dalam cerita yang kita bangun tanpa harus terganggu oleh perpindahan dari satu shot ke shot lain yang tidak berkesinambungan.

3. Cutting

Cutting merupakan proses memilih, mengatur, dan menyusun shot - shot menjadi suatu scene, menjadi sequence dan menjadi cerita utuh. Salah satu teknik paling mudah untuk membuat cutting/potongan shot yang baik adalah dengan mengulang adegan dari awal hingga akhir, kemudian memecah shot dari wide hingga close up dengan meminta pemain melakukan gerakan masuk dan keluar frame.

4. Close Ups

Close up bisa membantu kita untuk menggambarkan sebuah ekspresi dari pemain dengan lebih detil. Semakin kuat motivasi kita dalam mengambil shot close up, maka akan semakin terasa dramatik kisah yang kita ceritakan.

5. Composition

Sebuah komposisi yang bagus adalah kemampuan sang sinematografer ataupun sutradara untuk meletakkan setiap komponen gambar yang diperlukan ke dalam . Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam komposisi, yakni framing, kedalaman dimensi gambar, pewarnaan, dan subjek gambar.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)