Mengapa Penyanyi Melakukan Lip Sync?

25 Agustus 2014 Kesenian   |    Willy Aviantara


Istilah lip sync seringkali disematkan sebagai istilah yang negatif terutama untuk musisi-musisi yang mengedepankan vokal dalam konten penampilannya. Sekarang kita akan membahas, apa sebenarnya lip sync dan mengapa terkadang performer melakukan itu. Sudah siap? Kita bahas sekarang ya!

Lip sync berasal dari kata lip (bibir) dan synchronisation (menyelaraskan). Secara sederhana, lip sync adalah menyamakan gerak bibir dengan suara yang sudah direkam & diolah sebelumnya. Lip sync sendiri sering digunakan saat penampilan di atas panggung maupun pembuatan video klip. Teknik ini sering mendapat komentar pedas/negatif karena dianggap tidak jujur.

Segala sesuatu tentu ada alasannya. Termasuk mengapa penyanyi melakukan lip sync. Kita bahas dari beragam sudut pandang. Mulai dari yang pertama, seringkali saat hendak tampil, penyanyi tidak diberi kesempatan untuk melakukan gladi bersih dan sound checking sehingga timbul kekhawatiran penampilannya akan buruk dan mengecewakan. Untuk mencegah kemungkinan tersebut dan malah merusak acara, maka penyanyi melakukan lip sync.

Kedua, lip sync dilakukan karena kondisi sound system yang kurang layak pakai. Adalah masalah yang lumrah bagi musisi ketika harus berhadapan dengan kondisi sound system di suatu tempat acara. Sering juga musisi meminta perlengkapan namun tidak bisa disediakan panitia. Agar para penonton (yang pastinya tak tahu dan tak mau tahu dengan kendala teknis semacam ini) tidak kecewa, maka teknik lip sync terpaksa dilakukan.

Ketiga, lip sync dilakukan dengan sengaja oleh seorang penyanyi karena kondisi tubuhnya yang tidak fit untuk bernyanyi namun harus memenuhi kontrak pertunjukan. Sebagai profesional, tentu menjaga kondisi tubuh memang utama. Namun tentu tidak ada yang mau sakit, kan. Dalam kondisi demikian, coba kita berpikir sebagai si penyanyi. Untuk memenuhi kaidah profesionalisme, maka terpaksa lip sync dilakukan. Daripada menyanyi dengan suara parau yang tentu sangat mengganggu para audiens.

Keempat. Ini yang sering disematkan pada pelaku lip sync secara global, yakni menutupi kelemahan si penyanyi dalam membawakan lagu. Istilah awamnya, "aslinya nggak bisa nyanyi tuh. Lip sync doang bisanya!" Tidak dipungkiri, memang ada penyanyi-penyanyi yang melakukan ini. Mereka menutupi kelemahan menyanyinya dengan teknik lip sync. Dalam kondisi yang kondusif dan memungkinkanpun, mereka tetap melakukan lip sync. Tentu yang seperti ini baru bisa dikatakan sebagai tindakan yang mencederai etika penyanyi dan tidak bisa dibenarkan.

Hendaknya kita melihat lip sync ini kasus per kasus, sehingga tidak menjadi suatu paradigma bahwa lip sync adalah sesuatu yang hina. Ada kondisi-kondisi yang memaksa penyanyi untuk melakukannya. Sebagai penyanyi, tentu tak boleh memanjakan diri dengan cara ini. Tetaplah berlatih, memperbanyak manggung, berkoordinasi dengan panitia acara, dan usahakan agar kita tidak melakukan lip sync.

Selamat bernyanyi!

(Penulis adalah Producer, Arranger, Singer-Song Writer)
Blog: willyaviantara.wordpress.com