MA Nene, Tradisi Menghormati Leluhur dari Tana Toraja

5 Juni 2017 Kesenian


Tana Toraja dikenal dengan macam - macam tradisinya yang unik. Tradisi unik inilah yang membuat turis dari berbagai negara tertarik untuk mengunjungi provinsi di Pulau Sulawesi ini. Salah satu tradisi uniknya adalah upacara kematian.

Upacara kematian yang paling terkenal adalah upacara Rambu Solo. Upacara ini diselenggarakan sangat meriah. Bagaimana tidak, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai milyaran rupiah! Sebab dalam upacara ini dibutuhkan banyak kerbau untuk dikorbankan. Konon katanya, semakin banyak kerbau, semakin mudah orang yang meninggal untuk masuk surga.

Selain Rambu Solo, ada lagi upacara kematian yang lebih unik. Ma’Nene merupakan tradisi ritual yang dilakukan setiap 3 tahun sekali. Ritual ini merupakan kegiatan membersihkan jasad para leluhur yang sudah ratusan tahun meninggal dunia.


Lalu, setelah membersihkan jasad, kemudian jasad itu diberikan pakaian yang baru. Setelah pakaian baru terpasang, lalu jenazah tersebut dibungkus dan dimasukan kembali ke Patane. Rangkaian prosesi Ma'Nene ditutup dengan berkumpulnya anggota keluarga di rumah adat Tongkonan untuk beribadah bersama.

Ritual Ma'Nene lebih dari sekedar membersihkan jasad dan memakaikannya baju baru. Ritual ini mempunyai makna yang lebih, yakni mencerminkan betapa pentingnya hubungan antar anggota keluarga bagi masyarakat Toraja, terlebih bagi sanak saudara yang telah terlebih dahulu meninggal dunia. Masyarakat Toraja menunjukkan hubungan antar keluarga yang tak terputus walaupun telah dipisahkan oleh kematian. Ritual ini juga digunakan untuk memperkenalkan anggota-anggota keluarga yang muda dengan para leluhurnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)