Kenali Perhiasan Perhiasan Adat Indonesia!

22 Januari 2018 Kesenian


Banyak sekali budaya adat yang dimiliki Indonesia. Soal perhiasan, jangan ditanya lagi. Kemampuan masyarakat daerah dalam membuat perhiasan lebih lama dari Kebudayaan Perunggu Dong-Dong yang berusia 1000 SM. Topeng perunggu berusia 3000 SM di Goa Made, Jawa Timur menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia lebih maju mengolah logam perunggu.

Perhiasan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Nusantara. Perhiasan dapat menggambar berbagai hal, seperti latar belakang sosial, politik, budaya, dan sejarah masyarakat. Apa saja perhiasan - perhiasannya? Berikut beberapa perhiasan adat Indonesia:

Galang Gadang

Perhiasan Galang Gadang berasal dari Batusangkar, Minangkabau. Masyarakt Minangkabau juga menyeburnya dengan galang adat, berfungsi sebagai pamaga (pemagar) simbol dari niniak mamak. Artinya tindak - tanduk pengguna perhiasan ini harus sesuai atura. Perhiasan ini biasanya dipakai pada pesta perkawinan.

Karabu Kudung Kudung

Perhiasan berupa anting ini berasal dari Sumatra Utara, tepatnya asli suku Batak Karo. Anting ini dibuat dengan teknik hias yang cukup sulit. Teknik benang logam dan butiran logam (granulasi) terlihat sangat sempurna pada anting Karabu Kudung Kudung. Perhiasan dari perak ini dipercaya berusia sekitar 100 tahun.

Mamuli

Mamuli merupakan perhiasan asli Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhiasan ini dipakai pada telinga. Ukurannya cukup besar dengan hiasan ornamen pelengkap. Bentuk seperti rahiim, menggambarkan kesuburan dan simbol kewanitaan. Perhiasaan ini menjadi lambang kedudukan wanita cukup istimewa di Sumba.

Peranakan

Perhiasan ini banyak dijumpai di daerah pesisir, mulai dari pulau Jawa hingga Malaka. Hal ini dikarenakan buada setempat dibawa oleh perdagangan dari Cina Selatan pada abad - 14. Perhiasan ini dipakai sebagai simbol atau cermin dari gaya hidup dan tingkat social pada masa itu. Bagian khas dari perhiasan berupa kalung ini adalah bros tiga susun atau yang disebut dengan kerongsang.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)