Kedok Ireng, Tari yang Menggambarkan Sisi Baik dan Buruk Manusia

14 September 2016 Kesenian


Setiap manusia memiliki dua sisi yang berbeda, yakni sisi baik dan sisi buruk.Sepanjang menjalani kehidupan, sisi baik dan buruk tersebut selalu tampak. Untuk menutupi sisi buruk, tak jarang kita memakai sebuah ‘topeng’. Itulah yang menginspirasi munculnya Tari Kedok Ireng.

Tari Kedok Ireng merupakan tari yang berasal dari Jawa Barat. Tari Kedok Ireng berasal dari dua kata, yakni ‘kedok’ yang berarti topeng atau penutup wajah, serta ‘ireng’ yang berart hitam. Tari ini mendefinisikan sisi baik dan sisi buruk manusia saat menjalani hidup.

Kedok Ireng ditarikan kurang lebih sepuluh orang. Kostum yang digunakan berwarna cerah dan memakai topeng merah muda. Awal mulanya para penari duduk bersila di tengah panggung. Kemudian mereka membungkuk dan tidak lama mereka berdiri. Kemudian dari samping panggung masuk tujuh penari. Dengan gerakan yang lentur, mereka berpasang-pasangan menari-nari dengan menggunakan topeng. Dengan gerakan yang lentur, mereka berpasang-pasangan menari-nari dengan menggunakan topeng.

Sesekali para penari dengan enerjik melompat dan melemparkan selendang. Di gerakan lainnya, mereka melepas topeng dan berputar - putar. Para penari juga sesekali membentuk formasi seperti ingin memberikan sambutan kepada penonton. Iringan musik yang berasal dari kendang dan gamelan membuat pertunjukan tari semakin meriah dan menarik.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)