Kain Berang, Ikat Kepala yang Melekat dengan Suku Huaulu

4 Mei 2016 Kesenian


Maluku terkenal akan kekayaan alamnya yang begiu indah. Namun selain alamnya, Maluku memendam kebudayaan unik dari suku - suku di wilayah Maluku Tengah, tepatnya di Pulau Seram. Suku tersebut adalah suku Huaulu.

Suku Huaulu memiliki salah satu ciri yang sangat mencolok, terutama pada kaum pria dewasa. Mereka mengenakan sebuah ikat kepala berwarna merah yang mereka sebut kain berang. Kain tersebut diikat hingga menutupi bagian atas kepala.

Laki - laki Huaulu yang sudah beranjak dewasa memakai kain berang sebagai suatu identitas tersendiri. Biasanya mereka mulai memakainya pada usia 15 - 17 tahun dan akan terus dipakai seumur hidup.

Selain menjadi tanda kedewasaan, kain berang juga berfungsi sebagai kebanggaan pria Huaulu. Warna merah pada kain berang diartikan sebagai keberanian yang diharapkan suku Huaulu. Bagi mereka, kaum laki - laki memiliki harga lebih dan selalu menjadi seorang pemimpin.

Kain berang adalah bagian dari suku Huaulu yang tak bisa dipisahkan. Namun, kondisi modern menjadi tantangan tersendiri dalam melestarikan tradisi yang sudah menjadi warisan leluhur suku Huaulu.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tags