Intip Tips Belajar Pernafasan Diafragma!

16 Juli 2018 Kesenian


Dalam bernyanyi, ada teknik - teknik dasar penting yang harus dipelajari dan dilatih. Salah satunya adalah pernafasan. Teknik dasar yang satu ini perlu dilatih secara teratur, bahkan setiap kali bernyanyi pernafasan perlu diasah terlebih dahulu.

Mengapa perlu dilatih? Sebab nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuat lemahnya nafas mempengaruhi getaran bunyi yang dihasilkan. Pernafasan dibagi menjadi tiga jenis, yakni pernafasan perut, dada, dan diafragma.

Utamanya, teknik pernafasan yang digunakan adalah pernafasan diafragma. eknik ini menggunakan cara menarik atau mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Dengan begitu, nafas menjadi lebih panjang dan ringan.

Berikut ini cara melatih pernafasan diafragma dalam bernyanyi:

  1. Berdiri dengan posisi badan yang tegak lurus, kaki direntangkan kira - kira 20 cm , rilekskan badan. Telapak tangan kanan di tempelkan di perut , dan punggung telapak tangan kiri di tempatkan di pinggang bagian belakang , gunanya untuk merasakan keluar masuknya udara dan kembang kempisnya diafragma.
  2. Hirup udara melalui hidung dan alirkan ke bagian rongga dada , perut sehingga memperluas atau melebarkan sekitar perut dan pinggang (diafragma). Penuhi udara ke bagian paru-paru lalu kunci untuk beberapa detik dengan merelaksasikan otot perut bawah, sekat rongga dada (diafragma) yang membatasi rongga dada dan rongga perut akan turun ke bawah sesuai dengan gembungnya perut.
  3. Keluarkan udara melalui mulut dengan cara menekan otot disekitar perut bawah dada dengan bunyi " BUZZ " ini memungkinkan otot-otot perut akan berkontraksi sedikit ketika memulai mengeluarkan udara dari mulut dengan bunyi suara BUZZ dengan nada panjang
  4. Atur bagian diafragma seiring out / keluar udara sehingga rongga perut mengempis dan udara di paru -paru dan sekitar diafragma berkurang.


Anda juga berlatih dengan posisi tidur. Posisikan badan terlentang lurus dan kedua tangan diletakkan sejajar dengan tubuh. Letakkan beberapa benda seperti buku di atas perut sebagai beban dan tariklah nafas seperti cara kedua di atas serta rasakan bahwa beban di atas perut terangkat keatas, juga rasakan tulang rusuk ikut mendorongnya.
Jika telah terasa penuh, keluarkan nafas secara perlahan sambil berhitung waktu. Lakukan minimal 20 kali sehari atau lakukan bila ada waktu luang.

Latihan pernafasan diafragma sama halnya dengan mengembangkan pernafasan alami yang biasa kita lakukan, akan tetapi pernafasan alami "naik turunnya sama" sedangkan saat bernyanyi " menarik nafas dengan cepat dan mengeluarkannya dengan sehemat mungkin" karena tujuan utama berlatih pernafasan adalah menyelesaikan satu kalimat dalam satu tarikan nafas. Dengan demikian kalimat yang kita ucapkan atau nyanyikan terdengar indah dan bermutu

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)