Ini Dia Prosedur Produksi Animasi 3D (Production dan Post - Production)

11 Mei 2015 Kesenian


Produksi animasi 3D dibagi menjadi tiga tahap, Pre-Production, Production, dan Post-Production. Sebelumnya sudah dibahas tahap Pre-Production pada artikel berikut. Dan pada artikel ini akan lanjut membahas tahap selanjutnya, yaitu Production dan Post - Production.

Tahap Production dimulai dengan peran Animator, yang sudah banyak dikenal banyak orang.

"Animator is the life giver". Mereka juga menjadi actor yang memberikan sifat dan emosi ke dalam karakter. Kita merasa sedih saat Carl kehilangan istrinya di film 'Up'. Emosi dan gerak tubuh Carl membuat kita larut ke dalam cerita.Animator menerapkan acting dan prinsip body mechanism ke dalam '3D software’ Carl, yang sebenarnya hanya benda mati dan tak bernyawa.

Kombinasi antara kemampuan Acting dan wawasan tentang Body Mechanism dari seorang Animator sangat penting untuk menghidupkan karakter. ‘Believability’ juga sangat penting untuk Animator. Jika tidak believable, penonton tidak akan terpikat dengan karakter, bahkan dengan cerita.

Seperti seorang aktor, Director akan mengkritisi tentang bagaimana karakter tertentu harus beracting di satu situasi kepada Animator. Proses kerja Animator dapat dilihat pada link ini.

Setelah Animator menentukan pilihan actingnya,dia masih harus memikirkan bagaimana mekanisme badan karakter saat melakukan actingnya. Setelah selesai, shotnya akan diberikan kepada FX Artist, yang membuat simulasi untuk menciptakan efek - efek tertentu.

FX Artistberperan membuat efek - efek seperti asap, ledakan api, air, dan efek lainnya. Mereka mnggunakan kemampuan 3D software untuk mensimulasikan efek - efek tersebut. FX Artistperlu memiliki pemahaman yang dalam tentang 3D software, karena mereka harus mampu meng koreografikan efek - efek tersebut sesuai arahan Director. Biasanya dalam sebuah produksi film animasi 3D yang besar, FX Artist dibagi menjadi beberapa bagian. Ada yang fokus pada bagian pakaian, rambut, otot, dan lain - lain. Contoh karya seorang FX Artist dapat dilihat pada link ini.

Setelah FX Artist selesai, shot akan diteruskan ke Lighting Artist, untuk diberikan pencahayaan dan selanjutnya dirender. Lighting Artist harus menguasai prinsip - prinsip lighting cinemtography untuk diterapkan guna membangun ‘feel’ yang diinginkan Director. Proses kerja Lighting Artist dapat dilihat pada link ini.

Lighting Artist mengakhiri tahap Production. Selanjutnya adalah tahap Post - Production.

Tahap Post-production diawali oleh Compositor. Merekalah yang berperan memproses hasil render dari Lighting Artist. Tantangan dari Compositor adalah menyatukan hasil render dengan layer yang banyak,kemudian menghasilkan mood film yang sesuai arahan Director. Pekerjaan dari Compositor dapat dilihat pada link ini.

Itulah proses produksi animasi 3D. Peran mana yang paling menarik bagi Anda?:)

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari twitter @RonnGan)