Ini Dia Prosedur Produksi Animasi 3D (Pre-Production)

29 Juli 2019 Kesenian


Apakah Anda penggemar film animasi 3D? Jika ya, menurut Anda siapakah pembuat animasi itu? Mungkin kebanyakan orang menjawab animator. Namun dalam memproduksi film animasi 3D, tidak hanya animator saja, ada beberapa peran lainnya. Berikut ini akan diulas prosedur serta peran-peran dalam produksi animasi 3D.

Sama halnya dengan film biasa, animasi 3D dibagi menjadi 3 tahap, yaitu pre-production, production, dan post-production. Masing - masing memiliki disiplin yang berbeda.

Pre-production diawali dari ide atau cerita serta pengembangannya oleh Script Writer. yang juga terkadang kerjasama dengan sutradara. Setelah cerita selesai, Concept Artist mulai mengembangkan elemen - elemen visual dalam cerita, dari desain character hingga environment dan property. Tahap ini juga disebut dengan concept development.

Di tahap concept development ini, Director mulai terlibat, karena visi dari beliaulah yang harus direalisasikan oleh Concept Artist. Terkait dengan concept development, Storyboard Artist mulai menterjemahkan cerita dari bentuk teks menjadi visual (storyboard). Storyboard ini kemudian diedit menjadi Story Reel, sehingga proses storytelling tidak lagi dalam bentuk naskah atau text, melainkan dalam format video 2D.

Masih dalam tahap pre-production, proses selanjutnya mulai menggunakan 3D software. Diawali dengan Modeler, bertugas membuat digital assets. Modeler membuat asset digital dalam 3D software, berdasarkan referensi dari Concept Artist. Mereka adalah pematung digital. Berikut ini contoh video karya seorang Modeler:

Setelah Modeler selesai, dilanjuntukan oleh Texture Artist, yang berperan memberikan warna pada asset - asset digital yang sudah jadi.Texture Artist menerima hasil 'patung' dari Modeler, lalu dia mem-paint 'patung' tersebut, secara digital tentunya.Texture Artistberperan memberikan kesan 'fleshy' pada tubuh Hulk, atau kesan mengkilap pada logam kostum Iron Man. Berikut video pekerjain dari Texture Artist :

Selanjutnya, karakter-karakter digital yang sudah selesai ditekstur harus di-rig oleh Rigger yang juga sering disebut Character Technical Design (TD). Rigger berperan memberikan 'tulang penulangan' pada karakter digital, sehingga karakter bisa digerakan oleh Animator. Kembali dengan analogi 'patung', setelah selesai dicat, dalam tubuh patung dimasukkan kawat - kawat, yang membuat patung untuk digerakkan. Berikut contoh karya Rigger:

Di saat yang paralel dengan Rigger, proses Layout juga dimulai oleh Layout Artist. Peran Layout Artist yaitu membuat 3D storyboard. Layout Artistbisa diibaratkan sebagai Digital Cinematographer (DOP), karena merekalah yang banyak bermain dengan camera. Dari referensi 2D storyboard, Layout Artist bisa menciptakan shot - shot yang mampu menggambarkan cerita dan emotion dalam format 3D. Berikut ini contoh kerja Layout Artist :

Layout-ing adalah akhir dari tahap Pre-Production. Selanjutnya akan dibahas tahap Production pada artikel Ini Dia Prosedur Produksi Animasi 3D (Production dan Post - Production).

Oleh: Josua M
(Dikutip dari twitter @RonnGan)