Home Recording - Bagian 2

16 Mei 2013 Kesenian   |    Dila S


Kita telah mengetahui alat-alat apa saja yang diperlukan untuk Home Recording. Nah, sekarang bagaimana caranya untuk menjalankan sistem dalam Home Recording tersebut?

Selain kita memerlukan alat-alat yang telah disebutkan, yang kita perlukan lagi adalah DAW (Digital Audio Recording) yaitu sebuah aplikasi software yang berfungsi sebagai pengolah bahasa MIDI atau sinyal audio.

Ada berbagai macam produk yang tersedia, seperti: Cubase, PreSonus Studio One, Nuendo, Pro Tools, Wavelab, Cakewalk, Acid pro, Sonar, Logic, Fruity Loop, Propellerhead Reason, Ableton, GarageBand, Sonic foundary, Rosegarden, dll.

Masing-masing DAW mempunyai fitur dan fasilitas kelebihan tersendiri. Oleh sebab itu pemilihan DAW yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan kita ingin membuat Movie Scoring dari sebuah film atau company profile. Dalam kasus ini disarankan memakai DAW Nuendo, karena Nuendo dapat di inputkan juga program videonya.

Bagaimana cara mendapatkan DAW? Tenang, Saat ini sudah banyak merk Audio Converter yang include dengan DAW nya. Atau bisa juga didapatkan secara gratis, contoh Garage Band, yang sudah include di setiap produk MAC. Bahkan salah satu DAW Studio One bisa didapatkan secara gratis http://studioone.presonus.com/free/

Bila anda tidak menguasai alat musik, ternyata dengan sistem digital ini semuanya dapat dilakukan. Tetapi memang tidak sebaik mereka-mereka yang menguasai alat musik. Bagaimanapun kita harus ingat bahwa segala sesuatu ada ilmunya.

Kalau untuk having fun saja dalam membuat lagu, kita bisa memilih beberapa pilihan sound atau biasa yang disebut Virtual Studio Technology Instrument (Vst-i) http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_Studio_Technology. Dalam Vst -i ini semua sudah disediakan. Mulai suara drum, gitar, bass, piano, dll. Tugas kita hanya menggabungkan beberapa sound yang kita inginkan dalam track.

Dunia industri musik kita saat ini sudah menggunakan Teknologi Digital. Selain lebih simple, ternyata lebih menghemat biaya produksi.

Namun tetap saja, semua harus dibarengi dengan yang namanya "Ilmu" dan "Instruktur". Karena teknologi tanpa ilmu yang benar bisa menyesatkan, dan tanpa Instruktur yang membimbing akan susah apabila menemukan trouble dalam setiap pengerjaannya.

(Sumber: www.digitalmusicuniversity.com)