Fisik vs Digital

30 September 2019 Kesenian   |    Dila S


Banyak musisi yang masih beranggapan bahwa penjualan album fisik adalah penghasilan utama seorang musisi. Di era serba digital ini para penikmat musik mempunyai banyak pilihan untuk menikmati lagu, mulai dari mp3, CD, walaupun masih ada yang suka dengan cassete tape (kaset pita) karena kangen menggulung pitanya dengan sebuah pensil, tapi ada juga yang belakangan kembali populer yaitu piringan hitam (Vinyl), tapi penikmat vinyl hanyalah kalangan tertentu yang berduit tebal dan benar-benar mencari sebuah kualitas musik yang bagus, dimana tidak bisa didapatkan kualitas audio yang berbentuk pita ataupun format digital.

Dengan banyaknya toko kaset fisik yang tutup karena mereka tidak mampu menutup biaya operasional, ini menunjukkan bahwa tren pembelian kaset fisik telah menurun, alasan menurunnya penjualan kaset fisik dikarenakan orang lebih praktis mendapatkan lagu tersebut dari internet dan mudah untuk memilih lagu dari semua isi album, karena biasanya pada album fisik yang lagu favorit cuma beberapa tapi mau tidak mau kita mendengarkan semuanya, tapi dengan format digital kita bisa hanya memilih bahkan satu lagu yang kita suka saja.

Kesadaran musisi membaca pasar akhirnya memaksa mereka untuk menjual lagunya dalam format digital, melalui iTunes, Amazon.com dll. Sebenarnya ini juga menekan biaya cetak mereka dan pajak, dibandingkan format fisik yang harus mengeluarkan biaya untuk cetak mulai dari repro CD, packaging, biaya desain dan cetak cover, belum lagi pajak PPN.

Dibalik peralihan format fisik ke digital ini memberikan dampak yang luas sekai terhadap industri musik indonesia, dan tentunya menyangkut mata pencaharian orang banyak dalam sebuah proses industri musik, mulai dari pegawai di kantor label rekaman, pemilik, penjaga studio, sound engineer, pabrik cd, percetakan, toko kaset, bahkan sampai supir yang mengirim CD ke toko-toko kaset, dll. Ada beberapa proses yang akhirnya dilewati karena karena industri digital, selain itu, musisi sekarang sudah bisa menjual album mereka sendiri dengan mudah tanpa harus mengemis kepada label hanya untuk menjual lagu.

Dengan perubahan ini siapa saja bisa jadi apa saja tanpa harus terbatas jarak dan waktu, mau beli musik format fisik atau digital tidaklah masalah yang penting resmi demi kelangsungan hidup orang banyak didalam sebuah industri musik, walaupun artisnya kaya, apa salahnya menyisihkan sedikit uang kita untuk membeli karyanya baik fisik dan digital walaupun kita bisa mendownloadnya secara illegal di internet, karena keberlangsungan hidup orang banyak terdapat didalamnya, yang penting kita dukung karya musisi idola kita. I music U.

(Sumber: www.digitalmusicuniversity.com)