Duh, Ternyata Sulit Membuat Wayang Kulit

11 November 2019 Kesenian


Wayang kulit merupakan seni pertunjukan boneka tradisional Indonesia yang sangat berkembang di pulau Jawa. Kata wayang berasal dari kata ‘Ma Hyang’ yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan YME. Pementasan wayang kulit biasanya diiringi oleh musik gamelan dan nyanyian tembang.

Wayang kulit memiliki cri khas yang berbeda dengan seni pertunjukan boneka lainnya. Ciri khas tersebut terletak pada gaya tutur dan kisah yang diceritakan dalam pertunjukannya lebih menarik.

Namun, pembuatan wayang merupakan hal yang cukup sulit karena selain membutuhkan keterampilan dalam membuat desainnya, pembuat wayang juga harus memahami filosofi dari setiap desain wayang yang dibuat. Untuk menghasilkan wayang kulit yang berkualitas bagus dibutuhkan kulit kerbau yang bagus dan membutuhkan waktu pembuatan sekitar 1 bulan.

Untuk membuat wayang kulit harus melalui beberapa tahapan yang rumit. Tahapan awal yaitu menyiapkan lembaran kulit yang akan dibuat sebagai wayang. Lalu kulit tersebut dikerok untuk menghialngkan bulu dan dikeringkan. Setelah melalui tahap pengerokan dan pengeringan, kulit dipotong sesuai dengan ukuran wayang lalu membuat pola secara manual terlebih dahulu. Selanjutnya pola tersebut di pindahkan ke atas kulit.

Tahap selanjutnya yaitu proses menatah. Pada tahap menatah atau mengukir membutuhkan ketelitian yang lebih untu menghasilkan detail yang indah dan rapi. Setelah wayang kulit ditatah dan disatukan bagian - bagiannya, barulah masuk ke tahap pewarnaan.

Wayang diberi warna dasar terlebih dahulu. Pengecatan wayang menggunakan cat wayang kualitas baik, dengan kembangan prodo emas maupun gerenjeng untuk membuat ornamen detail pada wayang kulit. Tahap terakhir, wayang diberikan "gapitan" dan "tuding" agar dapat digerakkan.

Menurut Saimono, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, proses pembuatan wayang kulit figur Pandawa, Wisnu, atau raja-raja lain memerlukan waktu pengerjaan yang sangat lama. Hal itu disebabkan figur para raja dan dewa mempunyai detail yang rumit dan selalu mengenakan berbagai aksesoris. Lamanya proses pembuatan wayang kulit figur raja dan dewa membuat harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan figur yang lain.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)