12 Prinsip Animasi dari Disney

25 Februari 2017 Kesenian


Animasi banyak disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak - anak hingga orang dewasa. Animasi sendiri berasal dari kata animate yang artinya membuat objek mati menjadi hidup atau bergerak. Dan tidaklah mudah untuk membuat sebuah animasi. Butuh ketelitian dan kesabaran serta kreatifitas agar animasi dapat disukai banyak orang.

Untuk menghasilkan animasi yang baik, animator Disney Ollie Johnston dan Frank Thomas merumuskan 12 prinsip dasar animasi. Prinsip - prinsip animasi tersebut ditulisnya dalam buku berjudul The Illusion of Life: Disney Animatio. Apa saja prinsip - prinsipnya?

1.Squash and stretch: memberikan kesan gambar yang flexibel/ lentur tapi sekaligus mempunyai berat dan volume.

2. Anticipation: mengantarkan pada gerakan utama yang siap diterima penonton yaitu ancang-ancang sebelum action terjadi.

3. Staging: menarik perhatian pemirsa sekaligus menjelaskan tentang adegan apa yang tengah dan akan terjadi termasuk action, reaction, attitude, personality dan mood.

4. Straight ahead action and pose to pose : Straight ahead action adalah gambar awal sampai dengan gambar akhir menunjukan satu rangkaian gerakan yang sangat jelas maksud dan tujuannya. Sedangkan Pose to Pose adalah rangkaian gerakan yang sudah direncanakan matang-matang dengan beberapa key drawing atau key pose sehingga perubahan volume, ukuran, proporsi akan lebih terencana dengan baik.

5. Follow through and overlapping action: membuat gerakan animasi lebih terasa alamiah. Misalnya saat seorang cewek berambut panjang berhenti berlari, masih ada sisa gerakan rambut.

6. Slow in and slow out: gerakan yang tidak linear atau rata. Sebuah gerakan bisa tiba - tiba cepat, bisa melambat. Prinsip slow in dan slow out ini membuat gerakan animasi lebih natural dan realistik terutama di awal dan di bagian akhir sebuah gerakan.

7. Arcs / lengkungan: Pola yang digunakan agar gerakan animasi pada titik (di mana titik ini ada bagian dari sebuah lengkungan) menimbulkan kesan animasi yang menjadi sangat natural.

8. Secondary action: menambah dan memperkaya gerakan utama, yaitu tambahan gerak yang berfungsi memperkuat dan mempertegas

9. Timing : perhitungan waktu sangat berpengaruh pada hasil animasi. Semakin banyak frame gerakan nganimasi akan semakin lambat dan sebaliknya sedikit frame gerakannya pasti lebih cepat.

10. Exaggeration: upaya mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang bersifat hiperbolis, seperti memberikan detail gerakan menghela nafas, ekspresi marah atau sedih.

11. Solid drawing: Pada saat menggambar karakter usahakan tidak tampak flat atau gepeng, tetapi mempunyai dimensi (ada bentuk, volume atau berat tubuh dan solidity).

12. Appeal: sebagai karisma yang ada pada seorang aktor live. Appeal berarti mempunyai jiwa atau personality yang terpancar hanya dengan melihat karakter desainnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)