Yuk, Periksa Gigi Gratis

13 September 2011 Artikel Kesehatan


BANDUNG - Kunjungan berkala ke dokter gigi dapat mencegah gangguan gusi dan gigi yang sepele menjadi kompleks. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dengan rutin memeriksakan gigi, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi (AFDOKGI) dan PT.Unilever mencanangkan Bulan Kesehatan Gigi Nasional pada Senin (12/9/2011) di Bandung, Jawa Barat.

Diikuti lebih dari 2.000 anak sekolah dasar, acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) dibuka dengan acara penandatanganan 14 dekan FKG sebagai bentuk komitmen dan kesiapan mereka dalam penyelenggaraan BKGN yang akan berlangsung di 14 FKG beberapa kota selama bulan September sampai Oktober 2011.

Drg. Ratu Mirah Afifah, profesional marketing manager PT.Unilever mengatakan selama BKGN masyarakat bisa memeriksakan kesehatan gigi mereka secara gratis.

"BKGN memberi fasilitas berupa satu pencabutan gigi, penambalan gigi sederhana, pembersihan karang gigi, serta perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant," paparnya dalam acara jumpa pers BKGN di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran.

Ketua PDGI drg.Zaura Anggraeni menjelaskan, penyelenggaraan BKGN tak lepas dari kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia yang masih cukup memprihatinkan.

"Dari 100 anak-anak hanya 11 anak yang giginya bebas karies, sementara itu pada orang dewasa rata-rata 5 giginya berlubang," katanya.

Ditambahkan oleh Ratu Mirah, kegiatan BKGN tahun ini kembali diadakan karena melihat ada peningkatan signifikan anggota masyarakat yang mengunjungi FKG.

"Tahun lalu ada 20.000 orang yang ikut serta, tahun ini targetnya lebih tinggi lagi," katanya. Ditambahkan oleh Zaura, acara BKGN ini diharapkan membuat citra dokter gigi yang menyeramkan berkurang.

"Dengan mengajak anak-anak ke dokter gigi untuk periksa gigi tanpa menunggu ada gigi yang sakit mudah-mudahan mereka tidak takut lagi," katanya. Persepsi masyarakat mengenai dokter gigi yang mahal juga bisa dihilangkan jika masyarakat memeriksakan giginya saat kerusakannya masih ringan.

"Ongkos berobat menjadi mahal karena tindakannya kompleks akoibat kerusakan gigi sudah parah," kata Prof.Eky S.Soeria Soemantri, ketua AFDOKGI.

Sumber: kompas.com