Yuk Olahraga, Jantung Sehat Hambat Penuaan pada Otak

5 Agustus 2010 Artikel Kesehatan


JAKARTA - Jangan malas bergerak meski sudah berumur. Menjaga jantung anda sehat dan kuat ternyata dapat memperlambat penuaan pada otak, demikian menurut periset AS.

Satu tim dari Universitas Boston menemukan bahwa orang-orang sehat dengan jantung 'malas' yang memompa lebih sedikit darah memiliki otak 'lebih tua' pada pemindaian ketimbang orang lain. Dari 1.500 orang yang diteliti, tim menemukan bahwa otak menyusut sejalan dengan penuaan.

Namun, kinerja jantung yang tidak optimal membuat penuaan otak terjadi lebih cepat dua tahun ketimbang rata-rata yang sesungguhnya, demikian hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Circulation, bulan ini.

Pemimpin penelitian, Angela Jefferson mengatakan partisipan yang diikutkan dalam studi bukanlah orang-orang sakit. "Hanya sedikit dari mereka yang punya riwayat sakit jantung," ujarnya. Hasil pengamatan menunjukkan sekitar sepertiga dari relawan memiliki indeks jantung rendah dan indek jantung lebih rendah dari rata-rata berkaitan erat dengan volume otak lebih kecil. Hasil itulah yang dianggap memprihatinkan sekaligus membutuhkan studi lebih lanjut.

Partisipan dengan volume otak lebih kecil-terlihat dari hasil magnetic resonance imaging (pencitraan resonansi magnetis/MRI) memang tidak menunjukkan tanda-tanda klinis gamblang penurunan fungsi otak. Namun periset mengatakan penyusutan itu mungkin menjadi petanda awal bahwa ada sesuatu yang salah.

Penyusutan yang lebih parah, atau disebut atrofi, kerap berbarengan dengan timbulnya demensia. Anggela mengatakan ada beberapa teori mengapa pegurangan indeks jantung-terkait berapa banyak darah yang dipompa jantung ke otak berdasar ukuran tubuh-sangat berpengaruh pada kesehatan otak.

Sebagai contoh, lebih sedikit volume darah yang dipompa otak bisa jadi mengurangi aliran darah ke otak, menghasilkan sedikit oksigen. Itu berarti pula sedikit nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak.

"Memang terlalu awal untuk langsung membuat saran kesehatan berdasar penemuan ini," ujar Angela. "Namun, hasil ini menyatakan bahwa jantung dan otak bergandengan dan berjalan beriringan," imbuhnya.

Pakar menyatakan seseorang dengan indeks jantung yang cenderung statis berarti sulit untuk berubah jika indeks sangat rendah, tanpa melakukan latihan olahraga cukup intensif.

Seorang pakar otak dan ingatan dari Universitas Miami, Clinton Wright berkata, "Apakah indeks jantung rendah mengarah pada pengurangan volume otak dan mengakselerasi penurunan fungsi syaraf menuju demensia, masihlah belum jelas." Ia menambahkan untuk benar-benar mengatasi kebutuhan kesehatan dari populasi yang kian menua, diperlukan pengetahuan lebih lanjut tentang hubungan antara penyakit jantung dengan struktur dan fungsi otak.

Kini, tim kedokteran Universitas Boston akan meneruskan dengan mengkaji partisipan dalam penelitian sebelumnya. Fokus ke depan ialah bagaimana perubahan dalam otak mempengaruhi memori dan kemampuan kognisi selama usia bertambah.

Sumber: republika.co.id