Waspadai Penyakit Jantung Bawaan pada Anak



Sampai saat ini, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi kebanyakan masyarakat kita. Penyakit memang tidak bisa diterka akan menyerang siapa. Usia pun bahkan tidak bisa menentukan dari suatu penyakit. Bisa saja penyakit tersebut menyerang di usia-usia muda atau usia tua atau bahkan bisa saja menyerang di usia dini atau muda. Penyakit bawaan pun juga bisa menjadi andil terhadap penyakit yang diderita. Misalnya saja penyakit jantung bawaan pada anak. Penyakit tersebut seharusnya harus sering diwaspadai oleh para orangtua. Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit jantung merupakan penyakit yang berbahaya bagi para penderita. Hal itu disebabkan penyakit jantung dapat berakibat fatal seperti kematian. Penyakit yang bisa menyerang secara mendadak tanpa ada gejala yang gampang ditemukan.

Penyakit jantung bawaan pada anak-anak memang seharusnya dicermati, diwaspadai dan diperhatikan secara betul-betul. Karena hal itu akan berdampak bagi kesehatan anak tersebut. Penyakit jantung bawaan biasanya menimbulkan gejala-gejala yang harus diwaspadai. Gejala-gejala yang biasa ditimbulkan berupa sesak nafas, kulit membiru pada bibir dan jari dan sebagainya.

Selain itu tanda-tanda yang dialami anak-anak yang mengalami penyakit jantung bawaan adalah warna biru yang semakin terlihat jelas ketika penderita atau si anak tersebut melakukan aktivitas fisik ringan mamupun berat. Serangan biru yang akut sangat bersifat fatal, karena hal itu merupakan gejala gagal jantung. Penyakit gagal jantung adalah penyakit bawaan dengan biru yang berat atau disebut dengan spel hipoksia. Kondisi ini biasanya diawali dengan biru hampir diseluruh bagian tubuh. Bagian tubuh tersebut juga akan diikuti oleh penyakit demam, nafas yang semakin cepat, dehidrasi, hingga kesadaran menurun diikuti oleh kejang-kejang.

Untuk bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan biasanya bayi tersebut tidak mampu menghisap ASI dari payudara ibunya. Hal ini diakibatkan oleh jantung yang tidak bisa berfungsi dengan semestinya.

Jika Anda melihat gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda langsung membawanya ke dokter atau rumah sakit terdekat. Faktor keturunan juga menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung bawaan. Pendeteksian secara dini mutlak untuk dilakukan, karena akan berdampak pada tahapan selanjutnya untuk mengatasinya.

Pendeteksian dini ada beberapa cara yakni bisa dengan melihat fisik pada anak atau mengamati perubahan berat badan anak. Melihat fisik anak dapat dilakukan dengan melihat bentuk fisik anak tersebut apakah berbeda dengan yang lainnya atau tidak. Misalnya anak yang menderita down syndrome biasanya menunjukkan adanya celah antara mata yang lebar atau langit-langit yang dalam. Kemudian dengan pengamatan berat badan si anak. Berat badan itu terlihat dari ideal atau tidaknya beratnya sesuai dengan tinggi si anak. Misalnya untuk umur tertentu seharusnya mereka juga memiliki berat badan yang sesuai. Deteksi dini yang dilakukan selanjutnya adalah berdasarkan gejala klinis yang ditimbulkan.

Kondisi ini menyatakan bahwa anak sering pilek dan batuk atau mudah terserang penyakit ISPA. Dalam deteksi ini biasanya orang keliru mendeteksi dengan penyakit TBC, padahal sesungguhnya anak tersebut menderita penyakit jantung bawaan. Atau gejala lain yang ditimbulkan adalah anak yang apabila berjalan sebentar saja kemudian ia akan jongkok.

Itulah beberapa gejala dan deteksi dini yang bisa Anda lakukan. Dengan mendeteksinya lebih awal, maka penyakit tersebut juga akan segera diketahui. Hal itu akan sangat mempermudah ke penanganan selanjutnya. Baik ketika diperiksakan ke dokter untuk penyembuhan maupun untuk langkah pencegahan agar tidak bertambah parah.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)