Waspadai Migrain yang Dialami oleh Si Kecil

15 Juni 2019 Artikel Kesehatan


Pada dasarnya, migrain merupakan penyakit neurologis, dengan nyeri kepala dan gejala yang terkait, seperti mual, muntah, pusing, sensitivitas terhadap sentuhan, suara, cahaya, dan bau, sakit perut, bahkan hingga perubahan suasana hati. Sementara balita atau anak-anak umumnya memiliki serangan migrain lebih sedikit atau jeuh lebih pendek dibandingkan dengan penderita dewasa dan dapat berakibat serius sehingga mempengaruhi kualitas kehidupan anak.

Tidak hanya menyerang orang dewasa, migrain juga berpotensi melanda semua kalangan. Dalam sebuah penelitian, 56% anak laki-laki dan 74% anak perempuan yang berusia antara 12 dan 17 tahun, pernah mengalami sakit kepala dalam bulan-bulan terakhir. Pada usia 15 tahun, 5% dari semua anak dan remaja pernah mengalami migrain dan 15% pernah mengalami sakit kepala karena tegang.

Apa sih penyebabnya?

Anak-anak mengalami sakit kepala dengan banyak alasan yang sama seperti pada orang dewasa mengalami sakit kepala. Tetapi, kebanyakan sakit kepala pada anak-anak biasanya karena penyakit, infeksi, dingin, atau demam. Kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit kepala termasuk sinusitis (radang sinus), faringitis (radang atau infeksi tenggorokan), atau otitis (infeksi telinga).

Cara mencegah

Dilansir dari The American Academy of Family Physicians migrain dapat dicegah dengan mengarahkan anak untuk mengkonsumsi makanan bergizi. Ajak anak untuk tidur secara teratur. Terutama pada anak yang sedang memasuki masa pertumbuhan.Buat jadwal aktivitas berolahraga secara teratur. Hal ini bermanfaat guna menghasilkan daya tahan tubuh yang prima.Buat semacam pemacu semangat pada anak untuk menghindari hal-hal yang berpotensi menyebabkan migrain.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)