Waspadai, Mayoritas Anak Tak Paham Bahaya Junkfood

5 Oktober 2009 Artikel Kesehatan


Tindakan preventif terhadap bahaya makanan siap saji atau terkenal dengan istilah junkfood nampaknya harus terus digalakan. Survey yang dilakukan British Heart Foundation's Food4Thought melaporkan, 2/3 anak dengan rentang usia 8-15 tahun mengaku tidak tahu makanan siap saji berbahaya dan bisa membunuh mereka.

Hasil survei lainnya menyebut angka 75 dari anak tidak mengetahui bahwa diet "seenaknya" bisa mempersingkat kuantitas hidup mereka. 45 dari anak-anak juga tidak mengetahui bahwa mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki dampak berbahaya seperti obesitas, gigi membusuk, menjadi bahan olokan dan secara sosial, kegemukan membuat mereka tidak populer.

"Prediksi terakhir dari survei memperkirakan pada 2050 nanti, 2/3 anak akan mengalami obesitas dan anak-anak itu akan memiliki umur yang lebih pendek dari orang tua mereka," ujar juru bicara British Heart Foundation's Food4Thought seperti yang dikutip The Telegraph, Senin (28/9) waktu setempat.

Obsesitas, kata dia, akan menjadi penyebab utama penyakit jantung. Sebab itu perlu gerakan guna membuat anak lebih aktif, bagian dari kegiatan melawan obesitas pada anak. Tentu saja, anjuran untuk tidak mengkonsumsi makanan siap saji atau junkfood dan pendidikan pola makan sehat dari keluarga.

BHF merupakan salah lembaga yang mengkhawatirkan masyarakat di Inggris atas kasus obesitas makin meningkat dikalangan remaja. LSM tersebut tengah merancang berbagai kegiatan yang memunculkan ketertarikan kepada anak untuk lebih memahami kesehatan.

Berbagai aktivitas dan kampanye disiapkan guna memudahkan proses pencegahan dini, seperti permainan, poster dan acara-acara sponsor. Kampanye didesain khusus untuk mempermudah anak untuk memilih makanan yang mereka makan dan anjuran melakukan olah raga. cr2/itz

Sumber: Republika Online (republika.co.id)