Waspadai Kemasan Plastik Minuman

4 Maret 2010 Artikel Kesehatan


Jus buah kemasan yang dikonsumsi jutaan anak setiap harinya mengandung zat kimia berbahaya yang bisa menyebabkan kanker.

Peneliti telah menemukan antimon kadar tinggi, yang dalam dosis besar bisa mematikan, di dalam sejumlah merek terkenal. Padahal, antimon dalam dosis rendah dapat menyebabkan sakit kepala dan depresi.

Antimon digunakan dalam pembuatan botol-botol polyethylene terephthalate (PET), tipe botol yang banyak digunakan penjual air mineral . Uni Eropa menetapkan batas antimon aman dalam air mineral adalah lima mikrogram per liter. Akan tetapi, belum ada batas untuk produk makanan. Di atas batas aman ini, antimon bisa menyebabkan mual dan muntah.

Peneliti dari University of Copenhagen menemukan bahwa botol jus buah atau squash mengandung antimon 2,5 kali lebih banyak dibandingkan batas aman dalam air ledeng (menurut panduan Uni Eropa). Dalam beberapa kasus, jumlah antimon bahkan 10 kali lebih tinggi.

Larut dari kemasan

Para ilmuwan meyakini bahwa bahwa zat kimia tersebut larut ke dalam jus buah dari kemasan botol plastik. Dalam penelitian sebelumnya, para pakar juga menyatakan bahwa sisa zat kimia dalam air mineral dalam botol larut dari kemasan plastiknya.

Komponen kimia ini, menurut studi sebelumnya, bisa menyebabkan kanker serta gangguan jantung dan paru-paru.

Meskipun peneliti dalam studi yang dipublikasikan oleh Royal Society of Chemistry ini tidak menyebutkan nama dan merek secara khusus, zat kimia tersebut diyakini ditemukan di dalam 16 blackcurrant dan strawberry squash serta jus buah yang paling digemari anak-anak.

Asam sitrat

Menurut peneliti Claus Hansen, asam sitrat dalam jus buah bisa mempercepat proses pelarutan."Konsentrasi antimon dalam produk yang dicoba melebihi batas aman dalam air minum. Tapi, belum ada aturan yang mengatur kandungan ini dalam produk makanan," terang Hansen, seperti dikutip situs dailymail.com."Tapi kita yidak yakin bahwa kadar antimon ini tidak berbahaya."

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Environmental Monitoring ini, peneliti melihat 42 jenis jus buah dari Denmark, Skotlandia dan Yunani. Jus buah tersebut termasuk stroberi, blackcurrant, raspberry dan sour cherry. Mereka menemukan bahwa kadar zat kimia di dalamnya 17 kali lebih tinggi dibandingkan temuan studi sebelumnya.

Menanggapi temuan ini, Asosiasi Minuman Ringan Inggris (British Soft Drinks Association/BSDA) membela industri.

"Jus buah dan minuman buah aman," terang juru bicara BSDA."Kemasannya juga aman. Data dalam studi tidak mengkonfirmasi adanya kesimpulan mengenai kemasan. Peneliti juga menyebutkan perlunya studi lebih lanjut."

Penelitian sebelumnya pada 2006 di Jerman menemukan bahwa antimon larut ke dalam air mineral botolan dari kemasan plastiknya.

Pada 2005, air mineral Volvic dikhawatirkan mengganggu kesehatan karena beberapa botol terbukti mengandung zat kimia berbahaya. Produsen Volvic, Danone Waters, melakukan penyelidikan setelah seorang ibu dua anak melaporkan adanya zat kimia yang membakar lidah ke Food Standards Agency.

Air yang diiklankan telah disaring melalui batu-batuan vulkanik tersebut ternyata mengandung naphthalene, zat kimia yang dalam dosis tinggi bisa menyebabkan kerusakan hati. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat