Waspadai! Kelebihan Cairan Bahaya untuk Tubuh

7 Juli 2018 Artikel Kesehatan


Ketahuilah bahwa cairan yang terdapat dalam tubuh manusia itu tidak selamanya sama dan stabil, akan tetapi berbeda-beda sesuai dengan mana yang lebih banyak menguasai tubuh. Sebagian besar pesan-pesan kesehatan menganjurkan kita untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Terutama ketika cuaca sedang panas atau saat berolahraga. Tapi benarkah mengonsumsi banyak air baik untuk tubuh?

Peneliti sekaligus pakar diet bersertifikat di CSIRO, Food and Health sciences, Pennie Taylor mengatakan bahwa kelebihan cairan juga bisa berbahaya bagi tubuh. Kita juga bisa overhidrasi. Meskipun sangat jarang terjadi di masyarakat yang secara umum memang memiliki kesehatan tubuh cukup baik.

Menurut Taylor, kondisi kelebihan air dalam tubuh biasanya menyerang orang-orang yang menderita penyakit jantung kronis, gagal jantung, dan gagal ginjal. Ini karena mereka memiliki kandungan air yang sedikit lebih banyak. Sehingga, apabila mengalami overhidrasi maka kondisi itu akan sulit diatasi. Bila Anda terlalu banyak mengonsumsi air, tingkat mineral penting yaitu sodium bisa turun drastis. Hal ini menyebabkan kondisi yang dikenal dengan hiponatremia yang bisa membuat tubuh menahan air terlalu banyak.

Hiponatremia dapat menyebabkan sel-sel dalam tubuh membengkak dan berbahaya bagi otak. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Hiponatremia juga rentan terjadi pada atlet yang mengalami stroke panas, dan perlu rehidrasi. Gejalanya adalah kebingungan, disorientasi, mual dan muntah. Karena itu, Taylor menyarankan agar sebaiknya minum hanya empat hingga enam gelas standar air per hari. Namun, Anda bisa menambahkan jumlah asupan air jika sedang berada di tempat dengan suhu panas atau sedang aktif melakukan kegiatan. Sebaliknya, ketika suhu dingin, konsumsi air bisa dikurangi.

Sebab, Anda juga mendapat air dari minuman atau makanan lain. Taylor mengungkapkan, rata-rata orang mendapat empat gelas atau satu liter air per hari dari makanan yang diasup misalnya semangka, teh, kopi, susu, dan yogurt. Untuk mengetahui apakah kita cukup terhidrasi, lihatlah warna urin Anda. Jika warnanya kuning pucat, bisa dipastikan Anda butuh lebih banyak cairan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)